Peningkatan Jumlah Pemakaman Jenazah di DKI Jakarta Sejak Covid-19

KBRN, Jakarta : Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, hingga saat ini pihaknya telah melakukan sebanyak 4.377 kali pemakaman sepanjang Maret 2020.

“Angka itu mengalami peningkatan jika dibandingkan pada Februari 2020 yang hanya sebanyak  2.539 pemakaman. Dengan demikian ada lonjakan 1.798 angka apabila dibandingkan dengan jumlah total pemakaman sepanjang Maret 2020,” jelasnya berdasarkan informasi resmi dari situs corona.jakarta.go.id., Minggu (5/4/2020).

Menurut keterangan, telah terjadi peningkatan data pemakaman pada Maret 2020 dibanding pada bulan-bulan sebelumnya. Namun hanya sebagian kecil jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan prosedur tetap (Protap) Corona (COVID-19).

Sementara itu pada Januari 2020, jumlah jenazah yang dimakamkan di DKI Jakarta sebanyak 3.193 jenazah. Artinya, dari Januari 2020 ke Februari 2020 sempat terjadi penurunan 655 angka jumlah jenazah yang dimakamkan di wilayah DKI Jakarta.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKi Jakarta hanya menampilkan data pemakaman per bulan sejak 2010. Dibandingkan dengan Maret 2020 maka angka terbanyak ke-2 tercatat pada bulan Maret 2016 dengan 3.404 jenazah dimakamkan.

Sedangkan dari total sebanyak  4.377 jenazah, tidak semua jenazah tersebut dimakamkan dengan menggunakan protap pemakaman jenazah yang terjangkit Coronavirus (Covid-19).

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, hanya 354 jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan prosedur tetap (protap) Corona pada Maret 2020. Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protap Corona bisa dilihat di situs informasi resmi di corona.jakarta.go.id.

Sementara itu secara akumulasi jumlah jenazah yang menggunakan protap Corona sebanyak 550. Data tersebut merupakan informasi yang berhasil dihimpun Pemprov DKI Jakarta hingga Sabtu (4/3/2020).

Menurut informasi, pemakaman pertama dengan menggunakan protap Corona dilakukan pada 11 Maret 2020 dimana saat itu terdapat 1  jenazah yang dimakamkan dengan protap Corona. Namun tidak dijelaskan apakah status yang bersangkutan positif Covid-19 atau hanya PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Coronavirus .

Jumlah laporan tertinggi pemakaman dengan protap Corona terjadi pada 2 April 2020. Saat itu, didata sebanyak 55 jenazah dimakamkan dengan protap Corona.

Sementara itu pada Sabtu (4/4/2020), jumlah jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan protap Corona sebanyak 44 jenazah.

Sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta telah menyusun protap pemulasaraan jenazah pasien Corona dalam surat edaran tersebut bernomor 55/SE/Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaraan Jenazah Pasien COVID-19 di DKI Jakarta Tahun 2020.

Menurut Dinkes DKI Jakarta ada beberapa hal yang harus dilakukan, misalnya seperti membungkus jenazah dengan plastik dan menguburkan jenazah dengan menggunakan peti sebagai antisipasi untuk menghindari penularan wabah pandemi global Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00