ODP Covid-19 Tasikmalaya Naik Tajam, Akibat Orang Mudik!

KBRN, Tasikmalaya : Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus menunjukan peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat menjelaskan, hal ini terjadi akibat banyaknya warga yang memaksakan pulang ke Tasikmalaya. Mereka mayoritas datang dari daerah terjangkit.

"Saat ini jumlahnya 375 ODP. Mayoritas mereka datang dari daerah terjangkit," kata Uus kepada Radio Republik Indonesia RRI, Minggu (5/4/2020).

Uus menjelaskan, warga yang datang dari luar Kota Tasikmalaya ini, tentunya dipantau secara ketat dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Secara otomatis mereka statusnya menjadi ODP," jelas Uus.

Pemantauan lanjut Uus, dilakukan secara ketat oleh pemerintahan dilingkungan terkecil dan petugas kesehatan di Puskesmas. Jika tidak menunjukan gejala sakit, tentunya akan dibiarkan, namun tetap diwaspadai sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Sejauh ini ODP yang ada kondisinya baik, tidak menunjukan gejala- gejala sakit," ungkap Uus.

Sementara itu Sekertaris Gugus Tugas percepatan penanganan virus corona 19 Kota Tasikmalaya Ivan Dikhsan mengatakan, pemerintah kota menghimbau warga diluar kota tidak kembali untuk sementara.

"Sebaiknya jangan mudik dulu," ucap Ivan.

Kekhawatiran karena sudah tidak memiliki mata pencaharian lanjut Ivan, sudah diantisipasi oleh pemerintah melalui jaring sosial bagi warga yang terdampak virus corona 19.

"Tidak perlu khawatir, pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk membantu warga terdampak," imbuh Uus.

Maka dari itu Ivan berharap, warga Tasikmalaya yang berada diluar Tasikmalaya, untuk sementara tidak kembali ke Tasikmalaya.

"Sebaiknya tetap dirumah. Jangan mudik dulu," kata Ivan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00