Lawan Corona, Dari Donasi Uang Pribadi, Sampai Solidaritas Bersama

KBRN, Surabaya : Saling menguatkan, itulah yang dilakukan Lely Yuana. Ditengah kesibukannya sebagai jurnalis. Ia masih memikirkan sekitar, yakni warga masyakat yang terdampak pandemi virus corona.

Bagi Lely, bencana nasional non alam ini berdampak pada sendi-sendi perekonomian. Lihat saja, tukang bejak, ojek online hingga pelaku usaha terpaksa hanya bisa pasrah atas musibah yang terjadi.

Pendapatan yang berkurang  bagi kalangan menengah kebawah akibat covid-19, menjadikan perempaun kelahiran Kediri ini menginisiasi gerakan Pangan untuk Rakyat Kecil Terdampak di Surabaya. Sasarannya adalah para masyarakat kelas bawah. Satu paket bahan pangan diberikan secara cuma-cuma. 

Berawal dari uang pribadi, kini apa yang ia lakukan menular ke yang lain dan menjadi gerakan bersama untuk saling menolong.

"Sebagai pewarta yang kerap terjun di lapangan, kami seringkali dihadapkan pada fakta yang ada termasuk kepanikan masyarakat dan kebijakan pemerintah karena memang tidak menyangka perluasan wabah ini," terang Lely, Jum'at (2/4/2020). 

Lely bercerita, bagaimana jerih payah yang ia dapatkan, sedikit demi sedikit disisihkan. Tahap awal Lely mendonasikan penghasilan pribadinya dalam bentuk 1 kwintal beras, 20 liter minyak goreng dan 40 kotak susu cair siap minum serta telur ayam. 

"Ya mampu saya segitu, yang penting iklas, jadi 1 kepala keluarga mendapatkan 5 kilogram beras, 2 kotak susu dan 1 liter minyak goreng serta beberapa butir telur ayam," paparnya.

Diakui, apa yang dilakukannya seolah melawan arus. Disaat beberapa pihak memilih memberikan bantuan lebih urgensi seperti Alat Perlindungan Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer maupun sabun cuci tangan dan lain sebagainya, ia justru memikirkan dampak ekonomi. Ia memilih memasok pangan. Ia mengutamakan beras produksi petani lokal. 

"APD juga penting, tapi saya memiliki keterbatasan waktu dan dana untuk mencari APD bagi masyarakat, maka saya melakukan langkah yang saya bisa melalui penghasilan kecil saya sebagai jurnalis maupun penulis lepas. Kami ingin detengan pandemi ini perekonomian petani lokal kita tetap berjalan," lanjutnya. 

Inisiasi Lely dengan menggalang bantuan direspon beberapa kawan. Bahkan Lely juga mendapatkan bantuan tambahan 20 kilogram beras dari rekannya, antara lain Putri, Ongky, dan Fajar. 

Paket pangan dan gizi kali ini dibagikan di Area Kota Surabaya mulai Ngagel, Nginden Raya, Manyar dan Bratang. Pembagian telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Pengiriman bantuan telah dilakukan secara door to door dan sesuai standar kesehatan yaitu menerapkan pola physical distancing serta dilengkapi APD. Semoga barokah buat penerima," ungkapnya.

Kendati masih dalam skala kecil, namun langkah tersebut diikuti oleh beberapa pihak baik dari rekan jurnalis maupun rekan sebaya. Salah satunya dari Bakorwil Madiun, Ribut. Mereka turut membagikan beras kepada rakyat terdampak.

"Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli. Ya harapannya corona segera berakhir dan sendi ekonomi kembali berputar. Bagi kawan-kawan yang ingin bergerak bisa beli produk teman sendiri, petani lokal, pedagang lokal agar ekonomi tetap berjalan dan bisa saling menguatkan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00