Satu Warga Depok Meninggal Karena Covid-19, Libur Sekolah Diperpanjang

KBRN, Depok : Kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 terus bertambah di Kota Depok. Hingga hari ini, Rabu 25 Maret 2020, tercatat sebanyak 19 orang positif Covid-19, 14 orang masih dalam perawatan, empat orang sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.

Kasus satu orang meninggal dunia Covid-19 ini menjadi kasus pertama yang terjadi di Kota Depok. Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 Kota Depok belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut, di mana pasien sempat dirawat.

"Benar sudah ada yang meninggal satu orang karena Covid-19 di Depok," ujar Juru Bicara Covid-19 Centre Kota Depok, Dadang Wihana, kepada RRI, Rabu (25/3/2020).

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) terus bertambah setiap harinya.

PDP sebanyak 173 orang, selesai 13 orang, masih dalam pengawasan 160 orang. ODP sebanyak 568 orang, selesai 187 orang, masih dalam pemantauan 381 orang.

Menyikapi situasi ini, Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengubah kebijakan meliburkan sekolah dan diganti dengan kegiatan belajar di rumah yang semula sejak 16-28 Maret 2020, diperpanjang lagi mulai 30 Maret hingga 11 April 2020. Kebijakan ini berlaku bagi semua tinggkatan sekolah dari TK-SMA sederajat, baik sekolah formal maupun sekolah tidak formal.

Baca Juga: Besok Depok Lakukan Rapid Test, Catat Lokasinya!

"Kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segara melakukan langkah taktis penyusunan kembalu sistem pembelajaran jarak jauh. Dan kepada orangtua agar mendampingi putra-putrinya untuk benar-benar waktunya digunakan untuk belajar di rumah.

"Saya ingatkan sekali lagi tidak ada putra-putri nya berada diluar rumah dalam masa sekarang ini," ujar Idris dalam keterangan pers nya, Rabu (25/03/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00