Studi Tour Berujung Maut, Disdik : Sekolah Harus Evaluasi Program Tersebut!

KBRN, Tasikmalaya : Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Budiaman Sanusi mengingatkan sekolah tidak melaksanakan kegiatan Studi Tour yang membebani siswa.

Hal ini perlu dilakukan sekolah, agar peristiwa tewasnya salah seorang siswi SMPN 6 Tasikmalaya oleh ayah kandungnya, karena minta uang Studi Tur tidak terulang kembali.

"Kami turut prihatin. Ini harus menjadi perhatian teman- teman kepala sekolah," kata Budiaman kepada Radio Republik Indonesia RRI, Kamis (27/2/2020).

Pihak Dinas kata Budiaman, tidak pernah mengijinkan sekolah menyelenggarakan Studi Tour, apalagi sampai membebani siswa.

"Studi Tur mungkin penting, namun jika ada alternatif lain, misal dilaksanakan di kota sendiri, kenapa tidak. Disini kan banyak objek yang bisa jadi pembelajaran untuk siswa," jelas Budiaman.

Sementara itu Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap, tewasnya Delis Sulistina (13) siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang ditemukan tewas di gorong- gorong depan sekolahnya pada Senin, (27/1/2020).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP. Anom Karibianto mengatakan, hasil penyelidikan, Delis tewas ditangan ayah kandungnya sendiri.

"Dari bukti yang kami kumpulkan serta keterangan saksi, termasuk hasil otopsi mengarah kepada ayahnya BR," jelas Anom.

Motif pelaku tega membunuh anaknya, lanjut Kapolres, karena korban meminta sejumlah uang untuk membayar Studi Tour di Sekolahnya.

Pelaku yang saat itu tidak memiliki uang, akhirnya emosi setelah anaknya terus merengek meminta uang. Pelaku yang kalap, kemudian mencekik korban hingga tewas, dan memasukan jasadnya ke dalam gorong- gorong depan sekolah.

"Korban dibawa pelaku dan di masukan ke dalam gorong- gorong," pungkas Anom.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00