WNI Aceh di Natuna Akan Pulang, Masyarakat Diminta Jangan Resah

KBRN, Banda Aceh : 13 mahasiswa yang merupakan WNI asal Aceh telah habis masa observasi di Pulau Natuna setelah berhasil dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Mereka direncakan akan dipulangkan ke daerah masing-masing. 

Menyikapi kepulangan mahasiswa dari China ini, Dinas Sosial Aceh meminta agar masyarakat tidak perlu resah dan khawatir. 

"Kepada masyarakat tidak perlu negatif kepada anak-anak Aceh ini yang baru pulang, karena mereka sudah melalui pemeriksaan yang cukup ketat sesuai dengan standar WHO. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu resah, tidak perlu ada reaktif yang berlebihan," kata Kepala Dinsos Aceh, Alhudri di Banda Aceh, Jumat (14/2/2020). 

Alhudri menyampaikan, direncanakan 13 mahasiswa Aceh bersama ratusan mahasiswa dari sejumlah daerah lainya pada Sabtu (15/2/2020) sore akan diterbangkan ke Jakarta dari Natuna. 

"Besok sore mahasiswa akan di terbangkan ke Halim, Jakarta. Dari bandara Halim akan diserhkan ke pemerintah daerah oleh tim Pusat, baru kemudian di pulangkan ke Aceh," jelasnya. 

Lebih lanjut kata Alhudri, pihaknya telah mengkonfirmasi bahwa yang akan pulang ke Aceh 11 orang mahasiswa. 

"Mahasiswa Aceh hanya 11 orang yang pulang ke Aceh, dua orang tidak pulang dulu, satu orang ke Tangerang, satu orang ke Jogja karena ada keperluan lain," ujar Alhudri. 

Nantinya, mahasiswa Aceh akan dijemput oleh Pemerintah Aceh yang diwakili kantor perwakilan di Jakarta. 

"Kemudian baru di fasilitasi tiket pulang ke Aceh. Tiba di Aceh, mereka ada yang dijemput keluarga, jika pun gak ada keluarga yang jemput, itu akan di fasilitasi oleh dinsos," tutup Alhudri. 

Tidak menjalani pemeriksaan 

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif mangatakan, mahasiswa yang pulang ke Aceh tidak lagi menjalani pemeriksaan kesehatan setelah tiba di Aceh. 

"Mereka tidak lagi menjalani pemeriksaan, karena telah dilakukan observasi selama 14 hari di Natuna, dan hasilnya mereka semua tidak ada yang terpapar virus Corona," kata Hanif. 

Namun Ia menyebutkan, mahasiswa yang telah diobservasi di Natuna akan diberikan kartu Kesehatan. 

"Nantinya kartu tersebut dipegang oleh masing-masing mahasiswa dan di bawah hingga mereka sampai ke rumah masing-masing. Gunanya untuk apa, nanti ketika ada keluhan kesehatan mereka bisa langsung melakukan cek kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat dengan memperlihatkan kartu tersebut, dan kita juga akan melakukan pemantauan perkembangan kesehatan mereka," tegas Hanif. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00