LPA Beltim: Banyak Kasus Kekerasan Anak Pelakunya Anak-Anak

KBRN, Manggar : Pemenuhan hak-hak anak dan menjadi perhatian serius dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Belitung Timur dalam penanganan kasus tindak kekerasan terhadap anak. Tak jarang, pelaku tindak kekerasan yang dialami anak-anak, pelakunya juga masih tergolong anak-anak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Belitung Timur, Imelda Handayani kepada RRI mengatakan, untuk kasus-kasus kekerasan anak yang pelakunya juga anak-anak, harus ada penanganan khusus.

"Di Manggar ini contohnya ada kasus kekerasan anak yang pelakunya ternyata masih anak-anak. Terkadang dilematis,di satu sisi kita harus memberi perlindungan hukum terhadap korban,namun di sisi lain pelakunya juga masih tergolong anak-anak. Nah, untuk kasus ini kita juga tetap wajib untuk memberi pendampingan, selain kepada korban, ya pelakunya yang anak-anak juga. Karena ini menyangkut masa depannya, tentu hak tersebut harus dipenuhi," kata Imelda, Jum'at (14/2/2020).

Lebih lanjut Imelda menuturkan bahwa pemenuhan hak-hak anak Indonesia itu sangat penting bagi perkembangan anak,apalagi untuk anak yang merupakan korban kekerasan,maka pendampingan pun harus total hingga tahap pemulihan mentalnya.

"Hak-hak anak, ya harus dipenuhi apapun kondisinya. Terkadang anak-anak yang mengalami tindak kekerasan pada masa kecilnya bisa mengalami trauma berkepanjangan. Itu harus cepat tertangani, harus tuntas. Kalau di LPA Beltim ada pendampingan oleh psikolog-psikolog yang memang ahli dalam menangani kasus-kasus demikian," tutur Imelda.

Saat disinggung mengenai penuntasan proses hukum pada kasus tindak kekerasan terhadap anak, LPA Beltim ditegaskan Imelda Handayani, akan terus mengawal proses hukum tersebut hingga tuntas.

"Proses hukum apalagi yang dilakukan pelaku dewasa. Tidak ada kompromi, itu harus ditegakkan dan dihukum seberat-beratnya bila terbukti. Untuk pelaku yang masih anak-anak, tetap akan kita dampingi," tegas Imelda.

Ia juga berharap angka kekerasan terhadap anak, terutama di Kabupaten Belitung Timur, ke depan semakin menurun bahkan tidak terjadi lagi, sehingga harapan untuk menjadikan Belitung Timur sebagai Kabupaten Layak Anak dapat segera terwujud dan anak-anak di Negeri Satu Hati Bangun Negeri tersebut bisa hidup dengan keceriaan masa kecilnya serta selalu merasa terlindungi.

"Saya yakin ke depan, bila semua pihak mau bersinergi, sadar dalam pemenuhan hak-hak anak kita, baik lembaga seperti LPA ini, pemerintah daerah, lingkungan pendidikan dan terutama orang tuanya, maka kasus-kasus kekerasan yang masih dialami anak-anak bisa tidak terjadi lagi. Itu tugas kita. Anak-anak perlu terjamin masa depannya, itu hak anak-anak kita," pungkas Imelda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00