Datangkan Ayam dari Sumsel, Peternak Babel Diminta Waspadai Flu Burung

KBRN, Sungailiat : Beredarnya kabar ratusan ayam mati akibat wabah flu burung di Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu, perlu diwaspadai oleh seluruh pihak. Guna mengantisipasi merebaknya virus tersebut ke daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Hal itu beralasan, karena para peternak di Babel masih memasok ayam pedaging dari Palembang. Untuk memenuhi kebutuhan stok konsumsi di Provinsi Babel.

Menanggapi hal itu, Pemerhati Pertanian, Kemas Arfani Rahman mengingatkan Dinas Pangan dan Pertanian Bangka untuk segera melakukan surveilans terhadap unggas-unggas yang ada di Kabupaten Bangka.

"Jangan sampai penyebaran virus flu burung masuk ke daerah kita. Karena daerah kita ini sering mendatangkan unggas, khususnya ayam dari Palembang," Kata Kemas Arfani Rahman Kepada RRI, jumat (14/2/2020).

Kemas mengungkapkan, kasus flu burung pernah terjadi di Kabupaten Bangka pada tahun 2015 dan 2016 lalu. Oleh karena itu dirinya mengingatkan seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk mengantisipasi hal itu sedini mungkin agar kasus tersebut tidak kembali terulang.

Lebih lanjut Kemas mengimbau kepada masyarakat, khususnya peternak unggas. Untuk aktif melaporkan kepada dinas terkait jika menemukan adanya ayam mati mendadak, supaya bisa segera ditindaklanjuti.

"Hubungi Dinas Pangan dan Pertanian jika menemukan kasus ayam mati mendadak. Kemudian jika ada kandang unggas ukuran besar, segera minta dinas terkait untuk melakukan fumigasi sebagai bentuk antisipasi," jelasnya.

Menurut Kemas, hal utama yang paling penting dilakukan untuk mencegah wabah flu burung adalah memperhatikan kebersihan sanitasi lingkungan. Dengan menjaga kebersihan kandang unggas dan menyemprot kandang menggunakan cairan khusus melalui bantuan dari Dinas Pangan dan Pertanian secara gratis.

"Apalagi di musim hujan seperti ini. Jangan dibiarkan dan dianggap enteng. Kita harap dinas terkait segera melakukan surveilans. Supaya kita tidak menyesal nantinya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00