Penolakan PIM Palembang, Eddy Prabowo: Masalahnya Dimana?

KBRN, Palembang : Terkait penilaian Komisi III DPRD kota Palembang yang menganggap penetapan lokasi Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang serampangan dan diperkuat oleh permintaan LSM Front Rakyat Palembang agar PIM dikaji ulang, mendapat tanggapan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo.

Menurut Edhy, pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) ketiga di Indonesia itu sebelumnya telah melalui tahapan komunikasi dengan masyarakat. Ia mengajak masyarakat yang mempersoalkan pembangunan PIM itu, agar dapat menjelaskan alasan penolakan mereka kepada pemerintah.

“Saya minta untuk yang menolak itu siapa, harus ditanyakan, masalahnya apa, itu (PIM) kan waktu dibikin sudah ada komunikasi sebelumnya, kok tiba tiba ada penolakan, kita panggil siapa dan masalahnya dimana,” katanya didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru usai meresmikan gedung baru SEAFDEC dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) di Jakabaring kota Palembang, Senin (27/1/2019).

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang diberi kepercayaan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan perhitungan yang matang terkait penetapan lokasi dan fungsi PIM.

“Mungkin mereka berpikir tentang aromanya nanti atau bagaimana, itu sudah dengan perhitungan yang tepat. Saya yakin gedung itu dengan IMB sehingga memenuhi feasibily study dan amdal,” ujarnya.

Deru menambahkan PIM nantinya berkonsep modern sehingga tidak akan merebut segmen pasar tradisional.

Sebelumnya Komisi III DPRD kota Palembang sempat bertemu dengan jajaran Pemkot Palembang pada Rabu 22 Januari lalu. Komisi III mempertanyakan feasibility study pembangunan PIM yang berada di sisi Jalan MP. Mangkunegara, mengingat berada di kawasan yang kerap mengalami kemacetan dan padat bangunan.

Komisi III DPRD kota Palembang berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi PIM yang ditargetkan rampung akhir Januari ini.

“Ya mau bagaimana lagi, ini kan sudah dibangun. Kita hanya mempertanyakan apa yang melatarbelakangi Pemkot menetapkan lokasi PIM itu disana, belum ada bangunan itu saja macet, bagaimana nanti. Nanti kalau sudah selesai dibangun, kita akan tinjau kesana,” jelas Anggota Komisi III DPRD Palembang, Misobah HM Sahil.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Kota Palembang, Faizal AR usai bertemu dengan Komisi III DPRD beberapa waktu lalu mengatakan, alasan pemerintah menentukan lokasi PIM karena berada ditengah kota dan strategis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00