150 Turis Asal Cina Besok akan Tinggalkan Kota Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Seratusan warga yang tergabung dalam GNPF Ulama Bukittinggi-Agam menegaskan bahwa turis asal China yang malam ini sudah berada di salah satu hotel di Bukittinggi, tidak akan melakukan kunjungan wisata di Bukittinggi.

Demikian disampaikan Humas GNPF Ulama Bukittinggi-Agam, Yulhendri, Minggu (26/1/2020), menurutnya, sesuai kesepakatan turis asal China tersebut tidak dibolehkan keluar dari hotel, pada Senin (27/1/2020) besok pagi, turis itu akan meninggalkan Bukittinggi.

“Sekitar pukul 17.00 Wib sore tadi, empat bus pariwisata turis China itu telah sampai di Bukittinggi dan langsung masuk hotel, pihaknya telah membuat kesepakatan dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, manager hotel, kepolisian dan Kodim 0304/Agam, untuk menyepakati turis itu tidak boleh keluar hotel hingga besok pagi meninggalkan Kota Bukittinggi,” terangnya.

Menurut Yulhendri, apabila para turis itu memaksakan diri untuk keluar dari hotel sebelum meninggalkan Bukittinggi maka jangan salahkan tindakan yang akan dilakukan.

“GNPF ulama Bukittinggi-Agam akan memastikan bahwa turis itu tidak akan melakukan kunjungan wisata di Bukittinggi baik itu ke Jam Gadang, Ngarai Sianok dan sejumlah objek wisata lainnya karena pihaknya akan terus memantau turis China itu sampai meninggalkan Bukittinggi,” jelasnya.

Yulhendri menambahkan, aksi ini merupakan wujud peduli dan khawatir dengan warga Bukittinggi, yang tidak menginginkan virus Corona asal China juga terinfeksi oleh masyarakat.

Sementara itu, pantauan dilokasi hingga malam ini, tampak dari sekumpulan Ormas GNPF Ulama Bukittinggi-Agam masih siap siaga didepan hotel turis China tersebut menginap, guna memastikan tidak ada dari turis asal Cina tersebut yang beraktifitas keluar hotel. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00