Kekeringan Landa Aceh Besar, Warga Shalat Istisqo

KBRN, Aceh Besar : Ratusan warga Aceh Besar menggelar shalat istisqo atau shalat minta hujan di lapangan bola kaki di desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Besar, Aceh pada Kamis (23/1/2020) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. 

Shalat istisqo ini dipimpin langsung oleh imam dari Pimpinan Dayah Ulee Titi, Kecamatan Ingin Jaya,  Abu Haji Athahillah Ishak Al-Amiry (Abu Ulee Titi). Turut juga hadir bersama masyarakat, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Sekda Aceh Besar serta sejumlah pejabat terkait. 

Meski panas terik menyelimuti langit Aceh Besar, tak menyurutkan niat para jamaah untuk melaksanakan shalat istisqa. Setelah pelaksanaan shalat istisqa, Abu Ulee Titi juga menyampaikan khutbah di hadapan ratusan jamaah. 

Dalam khutbahnya, Abu Ulee Titi mengatakan, cobaan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai peringatan. 

"Allah tidak merusak satu negara kecuali penduduk negara itu sudah berbuat zalim, diantaranya melanggar perintah Allah, dampaknya bukan kepada orang yang tidak menjalankan perintah-Nya saja, tapi kepada seluruh penduduknya," kata Abu Ulee Titi. 

Abu Ulee Titi juga berkisah pada masa zaman Nabi Isa, di mana ada sebuah penduduk desa dilanda musibah kekeringan. 

"Penyebabnya karena penduduk desa tersebut tidak menjalankan perintah Allah," ujarnya. 

"Oleh sebab itu mari kita semua perbaiki diri, mari kita meningkatkan keimanan dan mari kita perbaiki ibadah kita, shalat kita," ajak Abu Ulee Titi. 

Seperti diketahui, Kabupaten Aceh Besar saat ini dilanda bencana kekeringan dalam satu bulan terakhir. Dampak kekeringan ini melanda Kecamatan Indrapuri, Montasik, Peukan Bada dan sekitarnya. 

Para petani padi terancam gagal panen karena padi yang mereka tanami mengalami kekeringan akibat Aceh Besar tidak hujan. Selain itu, sumur-sumur warga di wilayah Desa Lambadeuk, Kecamatan Pekan Bada, Kecamatan Aceh Besar juga mengalami kekeringan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00