Cilegon dan Kabupaten Serang Jadi Wilayah yang Paling Banyak Dilintasi Kendaraan ODOL

KBRN, Cilegon : Kota Cilegon dan Kabupaten Serang menjadi dua daerah dengan tingkat pelanggaran kelebihan muatan dan ukuran atau overdimension overload (ODOL) pada angkutan barang di wilayah hukum Polda Banten. 

Pasalnya dua wilayah tersebut merupakan wilayah industri yang mengakibatkan banyaknya lalu lalang kendaraan truck.

"Paling banyak di Cilegon dan di Kabupaten Serang, karena didua wilayah itu merupakan wilayah industri dan wilayah bisnis yang menyebabkan bengaknya truk yang berlalu lalang," kata Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Banten Kombes Pol Wibowo, saat ditemui di kantornya, Rabu (22/1/2020).

Dirlantas mengaku, untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran truk ODOL itu, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pengusaha truk di Banten dan melakukan sosialisasi kepada pengemudi truk.

"Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalulintas yang melibatkan truck ODOL, kami sudah melakukan imbauan kepada pengusaha-pengusaha truk yang ada di Banten dan kita juga sudah sosialisasi kepada pengemudi truk," ujarnya. 

Dikatakan Dirlantas, penegakan hukum terhadap truk ODOL itu bukan hanya dilakukan di Pelabuhan penyebrangan saja,  namun dilakukan juga di semua titik lokasi yang banyak pelangaran terkait truck ODOL, terutama di wilayah Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. 

"Sebelum adanya pelaksanan kegiatan penegakan hukum di dermaga, kami sudah melakukan penindakan dibeberapa lokasi yang banyak kendaraan truk yang belalu lalang. Seperti di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang," terangnya.

Akan tetapi Dirlantas menerangkan, penindakan berupa penilangan terhadap truk tergantung daripada jenis pelanggaranya. Seperti pelanggaran kelengkapan surat kendaraan dan kendaraan yang mengalami overdimension dan overload.

"Penindakanya kami liat kasusnya, kalau pelanggaranya berpotensi terhadap kecelakaan lalulintas, akan kami tilang. Namun tetap selama ini pelanggaranya paling banyak pada truck ODOL," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00