Sudah 25 Nelayan Aceh Ditangkap di Perairan India

KBRN, Banda Aceh : Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek menyatakan, hingga kini sudah 25 nelayan asal Aceh ditangkap oleh polisi laut India. 

Kasus yang terbaru, kata Miftach, pihaknya menerima informasi 19 orang nelayan Aceh ditangkap di perairan Nicobar, India. Mereka ditangkap pada tanggal 24 Desember 2019 lalu. 

"Beberapa waktu lalu, sekitar bulan Maret 2019, ada enam nelayan kita (Aceh) juga ditangkap di India, mereka diduga tersesat karena dampak kabut asap yang melanda Selat Malaka akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia, sehingga mereka tersesat hingga ke laut Andaman dan keenam nelayan itu masih ditahan," katanya di Banda Aceh, Sabtu (18/1/2020). 

"Berarti jumlah semuanya nelayan Aceh yang ditangkap di India 25 orang," tambahnya.

Pihaknya kini, terus melakukan koordinasi dengan pihak berkepentingan di India dan komunikasi dengan Pemerintah Aceh untuk melakukan advokasi hukum dalam upaya pembebasan. 

"Sejauh ini kita sudah mengkonfirmasi penangkapan tersebut ke otoritas India dan berkoordinasi dengan pemerintah Aceh untuk mengupayakan pembebasan," ujarnya. 

"Pihak panglima Laot Aceh mengharapkan pemerintah memberikan advokasi hukum dan perlindungan kepada 19 nelayan Aceh tersebut," sebutnya lagi. 

Sebelumnya diberitakan, laporan penangkapan 19 nelayan ini diperoleh dari pemilik kapal bernama Tuan Affan Usman asal Aceh Besar. Diduga boat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin. 

"Biasa nelayan kita melaut hingga ke dekat wilayah perbatasan. Menurut laporan kita terima mengalami rusak mesin hingga terbawa arus hingga ke Nicobar India," pungkas Miftach. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00