Jaga Kelestarian Laut NTB, DPRD Inisiasi Raperda

KBRN, Mataram : Pengelolaan wilayah laut Nusa Tenggara Barat (NTB) harus dilakukan dengan bijak. Meski sumber daya perikanan bisa diperbarui namun penangkapan ikan tetap harus dibatasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan.

Penangkapan ikan menggunakan bom, potasium dan alat tangkap lainnya yang merusak terumbu karang sebagai habitat hidup biota laut merupakan persoalan yang masih ditemukan terjadi.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Haerul Warisin kepada wartawan mengatakan, pelestarian ekosistem hayati laut di daerah ini fokus dilakukan bersinergi dengan dinas kelautan dan perikanan serta stakholder lainnya.

Kepedulian yang tinggi itu diwujudkan dengan menginisiasi pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kegiatan Perikanan yang Merusak Lingkungan. Menurut Haerul Warisin, wilayah laut NTB merupakan tempat masyarakat nelayan mencari penghidupan. Sehingga kelestariannya harus dijaga dan dirawat dari tangan para oknum perusak.

“Nah, inilah yang akan kita atur dalam menyalamatkan ekosistem kelautan kita. Jika ini dibiarkan, di masa mendatang terumbu karang akan rusak dan biota laut akan hilang,” imbuhnya.

Haerul menambahkan, masyarakat nelayan yang menangkap ikan dengan kompresor, potasium dan alat yang tidak ramah lingkungan terus diedukasi dengan tetap mencarikan solusi sehingga mereka tetap memperoleh penghasilan. Kelestarian ekosistem laut NTB, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga seluruh komponen masyarakat.

“Terlebih masyarakat pesisir dan nelayan menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosisten laut NTB dari kehancuran dengan tidak menggunakan bom dan potasium untuk menangkap ikan,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00