Terlambat Dibawa ke RS, Pasien DBD Gunungkidul Meninggal Dunia

KBRN, Yogyakarta: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta merawat 12 pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Demikian Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Wonosari, dr. Triyani Heni Astuti menyampaikan berita duka tersebut. Dan pasien yang meninggal dunia tersebut akibat terlambat dirujuk ke RSUD Wonosari.

"Ada keterlambatan memperoleh penanganan medis sehingga korban nyawanya tidak bisa diselamatkan," katanya, Selasa (14/1/2020).

Pihaknya mengatakan, pasien meninggal tercatat menjadi korban DBD pertama di awal 2020. Sehingga pihaknya berharap tidak ada korban lain lagi.

Triyani lanjut menuturkan, pada periode Desember 2019 sampai Januari 2020, merupakan siklus BDB sehingga wajar apabila banyak bermunculan kasus DBD. Dirinya mensinyalir, DBD juga banyak muncul di awal musim penghujan.

"Siklusnya kan biasa seperti itu. Awal musim penghujan atau biasa kasus banyak muncul pada Desember dan Januari," terangnya.

Data di RSUD Wonosari menyebutkan, pada 2019 tidak ada korban meninggal akibat DBD namun pasien yang ditangani RSUD Wonosari mencapai 297 orang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan masyarakat diharapkan jeli menghadapi DBD. Terlebih jika ada anggota keluaga yang menderita panas tinggi untuk dibawa ke Klinik kesehatan.

"Jangan sampai ada penananganan yang terlambat. Semua harus cepat tanggap. Jika ada anggota keluarga yang mendadak panas langsung dilakukan pemeriksaan biar mendapat penanganan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00