Lima Warga Pemburu Harimau Sumatera Ditangkap

KBRN, Pekanbaru: Tim gabungan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Polri menangkap lima pelaku karena diduga memburu dan menjual satwa yang dilindungi berupa harimau Sumatera yang merupakan satwa dilindungi, Sabtu (7/12/2019). 

Kawanan sindikat pemburu harimau Sumatera ini ditangkap di dua lokasi berbeda. Adapun barang bukti yang diamankan berupa 4 ekor janin harimau yang disimpan dalam toples plastik. 

"Petugas berhasil mengamankan pelaku masing masing  berinisial MY, SS dan E (yang merupakan istri MY) di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau," kata Kepala Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan, Kehutanan wilayah Sumatra II, Edward Hutapea kepada RRI, di Pekanbaru, Sabtu (7/12/2019).

Tak berhenti disana, kemudian tim melakukan pengembangan dan menangkap dua pelaku lainnya. "Sedangkan pelaku berinisial SS dan TS ditangkap di Jalan Lintas Timur Sumatera dengan barang bukti satu lembar kulit harimau," ujarnya. 

Kelima pelaku dijerat Pasal 40 Ayat 2 kunti Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta. 

"Kelima pelaku berikut barang bukti saat ini sudah tiba di kantor Seksi II Balai Gakkum," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00