Dinkes Madiun Sebut Balita yang Meninggal dengan Kondisi Melepuh Akibat Sindrom Jhonson

KBRN,Madiun : Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun angkat bicara terkait  seorang balita  yang meninggal dunia dengan kondisi badan melepuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Soelistyo Widyantono, mengatakan pasien yang datang berobat di klinik atau Puskesmas harus ditangani oleh dokter, bukan perawat. Hal tersebut sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) perawatan di klinik maupun Puskesmas.

"Kalau SOP. Itu memang harus yang memeriksa dokter. Di Puskesmas pun sekarang yang memeriksa dokter. Pasien harus diperiksa dokter," Ujarnya, Jumat(6/12/2019).

Soelis menjelaskan jika dilihat dari kondisi fisiknya, balita tersebut, bukan salah minum obat tetapi alergi obat yang dinamakan Sindrom Steven Jhonson, seharusnya saat mengetahui pasien alergi terhadap obat.Pihak klinik menghentikan konsumi obat tersebut dan  Tim medis di klinik mencari tahu penyebab pasien alergi.

Atas permasalahan tersebut, Dinkes Kabupaten Madiun akan melakukan supervisi di klinik Wahyu Husada tempat awal menerima pasien. Pembinaan akan dilakukan terhadap klinik. Terutama untuk melihat ketersediaan tenaga medis.

Soelis menegaskan seharusnya dokter jaga di klinik kalau memang klinik tersebut buka 24 jam.

"Kalau memang 24 jam ya dokternya harus siaga 24 jam. Ya dibuat tiga sif. Harus ada dokternya. Apalagi dia sudah kerjasama dengan BPJS," Pungkasnya.

Permaslahan Muncul setelah, seorang balita  di Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun bernama Muhamad Noval Mohtarom, meninggal dunia dengan kondisi badan melepuh, Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. Tubuh bocah empat tahun itu melepuh setelah mengonsumsi obat dari Klinik Wahyu Husada yang ada di Desa Dimong.Kasus tersebut juga di tangani Kepolisian Resort Madiun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00