Lahan Kritis di Sumut Capai 3,3 Juta Ha

KBRN, Medan : Luas lahan kritis di Sumatera Utara mencapai 3.362.759,578 ha dan sebagian ada di kawasan hutan. Lahan kritis tersebut tidak lagi memiliki nilai ekonomi untuk dikelola masyarakat.

Berdasarkan data 2018, luas lahan kritis di Sumut terdiri dari lahan sangat kritis mencapai 182.404,699 ha, kritis 476.446,857 ha, agak kritis 1.787.972,542 ha dan potensial kritis mencapai 915.935,480 ha.   

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Herawati mengatakan, lahan kritis tersebut ada di wilayah kawasan hutan.

“Ada sebagian yang kritis (kawasan hutan), tapi kita tidak pilahkan secara detail karena lahan kritis itu kita peroleh dari BP DAS. Mereka yang menangani lahan-lahan kritis,” ujarnya kepada RRI, Senin (18/11/2019).

Herawati mengungkapkan, lahan kritis adalah lahan-lahan yang tidak mempunyai akses ekonomi lagi jika dikelola masyarakat. Namun dapat dikelola menjadi fungsi ekowisata.

“Kalau seandainya itu mau kita hutankan kembali, karena diantaranya jurang-jurang, lahan-lahan batu. Mungkin fungsinya tidak lagi menambah ekonomi masyarakat dalam hal untuk dibudidayakan sesuatu. Tapi lebih pada setingkat ekowisata fungsinya,” katanya.

Dikatakan Hera, untuk penanganan hutan kritis tersebut, harus dilakukan kerjasama antara Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dengan kelompok-kelompok tani setempat.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen mengatakan, luasnya kawasan hutan di Sumut yang masuk zona kritis perlu disikapi dengan serius dengan membuat aturan.

“Dari peta hutan kita yang kritis itu hampir berapa juta hektar dari yang sudah ada. Jadi hamper separuh, dan ini harus kita sikapi,” ujarnya.

Untuk itu Komisi B DPRD Sumut akan melanjutkan usulan Ranperda pengelolaan kawasan hutan yang pernah dibahas DPRD Sumut periode sebelumnya. Dalam Ranperda itu nantinya akan diatur mengenai tatabatas wilayah hutan dan lainnya untuk menyelamatkan hutan di Sumut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00