Mojolaban Sukoharjo, Penghasil Bahan Pakaian Wisata Pantai

KBRN, Jakarta : Saat bepergian ke tempat wisata di Pulau Jawa, Bali, dan beberapa tempat lain, khususnya destinasi pantai, pasti takkan lupa membeli lalu pakai kaos dan celana berwarna-warni supaya kelihatan dan bernuansa pantai saat selfie. Bukan hanya kaos dan celana, namun bisa dibeli juga kain serupa pashmina.

Harga kaos, celana dan pashmina juga bervariasi karena setiap pedagang di tempat-tempat wisata pastinya akan menjual sesuai standar harga mereka di daerahnya masing-masing.

Tapi pernahkah kamu bertanya dari mana asal baju dan celana itu? Bagaimana sih prosesnya hingga sampai ke pedagang di tempat-tempat wisata tersebut?

Ternyata, salah satu daerah yang memproduksi kain berwarna-warni untuk bahan kaos, celana, dan pashmina pantai adalah Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.  

Saat ditelusuri ke lokasi, Selasa, 15 Oktober 2019, nampak para pekerja sedang menjemur kain pantai tersebut usai proses pewarnaan. Mereka membentangkan kain panjang, kemudian diwarnai sesuai keinginan, asal bernuansa cerah dan gembira.

Kain pantai kering yang telah dipotong selanjutnya dijadikan bahan baku pembuatan pakaian, celana, sampai pashmina, untuk kemudian dipasarkan ke berbagai kawasan wisata di Indonesia.

Para pembeli biasanya adalah pengusaha garmen yang khusus memproduksi pakaian untuk busana pantai. Nantinya, kain tersebut akan dibentuk atau dijahit menjadi kaos, celana, pashmina, atau bisa juga syal. Setelah menjadi busana jadi, lantas akan dipasarkan ke berbagai kawasan wisata di seluruh Indonesia.

Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo

Mojolaban adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang sebenarnya sangat terkenal dengan produksi alkohol atau ethanol dan menjadi salah satu industri terbesar di Indonesia. Berpusat di Kecamatan Mojolaban, industri ini mencapai penjualan skala besar di seluruh Indonesia.

Selain itu, salah satu kain khas yang dimiliki Mojolaban adalah Batik Kelengan dengan warna dasar hitam yang dikreasikan dengan berbagai macam motif dan warna yang membuat kreasi konveksi ini kaya akan koleksi. Tempat ini juga memiliki pengusaha Batik Soga yang menggunakan pewarna alami dalam pewarnaan kain.

Dan potensi terbesar di Mojolaban adalah Desa Wisata Wirun yang warganya sudah dikenal secara global dalam pembuatan kerajinan gamelan.

Secara letak geografis, Kecamatan Mojolaban sebagian besar wilayahnya adalah daerah yang sangat subur. Banyak areal persawahan, terutama areal persawahan yang letaknya dekat aliran sungai bengawan solo. Sebagian besar adalah sawah yang mendapat irigasi secara teratur sehingga setiap tahun dapat ditanami padi. Tidak heran, dengan kesuburan dan sistem pengairan yang baik, Mojolaban menjadi salah satu lumbung padi andalan Kabupaten Sukoharjo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar