Kisah Penantian Padang sebagai Tuan Rumah Rakernas Apeksi

Wali Kota Padang Hendri Septa (kiri) bersama Ketua Apeksi Bima Arya dalam acara welcome dinner rakernas, Minggu (8/8/2022). Tahun ini Padang jadi tuan rumah Rakernas Apeksi. (Foto: RRI)

KBRN, Padang: Setelah menunggu bertahun-tahun Kota Padang akhirnya menjadi tuan rumah Rakernas Apeksi. Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia itu pada 2022 dimulai Senin (8/8/2022), dengan pembukaan di Hotel Truntum, Padang.

Ketua Apeksi, Bima Arya, salut dengan Kota Padang yang menjadi tuan rumah pada tahun ini. Menurutnya pelayanan yang diberikan cukup baik.

"Untuk bisa menjadi tuan rumah, Padang harus menunggu lama. Sampai 20 tahun," ujar Bima Arya yang merupakan Wali Kota Bogor tersebut.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengucapkan terima kasih atas kedatangan seluruh wali kota. Ia mengatakan seluruh tamu berusaha dijamu dengan baik. 

"Tahun ini merupakan berkah bagi kami karena menjadi tuan rumah Rakernas Apeksi," kata Hendri Septa Senin (8/8/2022). "Kami akan menjadi tuan rumah yang baik, melayani seluruh wali kota dan tamu yang hadir. Jika ada yang kurang pelayanannya, segera beri tahu."

Rakernas Apeksi sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Kali terakhir rakernas diselenggarakan di Semarang pada 2019. Rakernas Apeksi 2022 akan dibuka Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

"Sudah hampir tiga tahun terhenti. Sekarang kami sambut semua tamu di Padang," kata Hendri Septa dalam acara welcome dinner, Minggu malam.

Perputaran Uang

Ketua Apeksi Bima Arya menilai kota tuan rumah Rakernas Apeksi seperti ketiban berkah. Itu dari perputaran uang selama penyelenggaraan ajang ini yang biasanya sangat ramai.

"Ada banyak tamu yang datang. Perputaran uang jadi luar biasa," kata Bima Arya. Perputaran uang paling banyak di sektor hotel dan akomodasi, kira-kira bisa menyedot uang hingga Rp30 miliar. 

Perputaran uang dalam kegiatan Indonesia City Expo (ICE) juga banyak. Itu adalah satu di antara kegiatan yang masuk dalam agenda rakernas. 

Dalam pameran dan bazar itu, Bima Arya memperkirakan uang beredar mencapai Rp3 miliar. "Belum lagi sektor wisata, kuliner, dan belanja lainnya bisa Rp4 miliar. Termasuk cetak spanduk, baliho, dan lain-lain yang bisa sampai Rp1 miliar," ujar Bima Arya.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar