Gawai Dayak, Tradisi Luhur di Tengah Arus Modernisasi

Ilustrasi pembukaan pekan Gawai Dayak di Kalimantan Barat. Di Kapuas Hulu Gawai Dayak juga terus dilestarikan. (Foto: Antara)

KBRN, Pontianak: Pemkab Kapuas Hulu mendukung penuh pelaksanaan pekan gawai Dayak yang digelar masyarakat adat di daerah itu. Selain bentuk syukur, kegiatan yang menjadi tradisi masyarakat Dayak ini diharapkan dilaksanakan dengan lebih baik. 

"Ke depan pesta gawai dayak bisa memunculkan berbagai ide baru dan kekinian. Caranya dengan menggali budaya yang belum terekspos, agar makin banyak kreativitas muncul dari masyarakat," kata Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, saat membuka "Gawai Dayak Ketemenggungan Suku Dayak Seberuang Ensilat" di Desa Belimbing, Kecamatan Silat Hulu.

Wahyudi menyebutkan Gawai Dayak dalam komunitas masyarakat adat adalah wujud rasa syukur. Itu adalah bentuk rasa syukur dengan apa yang telah dikerjakan dan diterima dari kemurahan Tuhan sepanjang tahun.

"Gawai Dayak harus menjadi ajang pelestarian budaya dalam menghadapi perubahan karena modernisasi," ujar Wakil Bupati Kapuas Hulu. 

Selain itu Gawai Dayak juga benar-benar menjadi ajang pelestarian budaya di tengah gejolak masyarakat yang hidup dengan berbagai perubahan. Apalagi di era modernisasi, digitalisasi, dan kemajuan teknologi.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar