Penyakit Mulut Kuku Sebabkan Turunnya Produksi Susu Sapi

Peternak merawat sapi perah yang sakit di Desa Kandangtepus, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2022). (PMK). ANTARA FOTO/Seno/nym.

KBRN, Cirebon: Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyebabkan menurunnya produksi susu sapi perah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar).

“Kalau dilihat sebelum PKM produksi susu kisaran 45 ribu sampai 48 ribu liter perhari di seluruh Kecamatan Cigugur, kalau di Karya Nugraha 37.000 liter perhari menjadi 19.000 karena PMK,” kata Tim Reaksi Cepat PMK Koperasi Serba Usaha KSU Karya Nugraha Jaya, Cigugur Kabupaten Kuningan, Jhon Nais, Rabu (29/6/2022).

Jhon mengatakan, peternak yang termasuk dalam KSU Karya Nugraha Jaya berjumlah 997 orang, dengan jumlah total ternak berkisar enam ribu dengan populasi campuran. Dari total tersebut, yang terserang PMK berjumlah 2.761 ekor. Sebagian sapi yang masih dalam kondisi sehat serta telah mendapatkan vaksinasi sejauh ini berjumlah 1.689 ekor.

Sementara itu Medis Veteriner Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, drh. Rofiq mengatakan, kasus terbesar PMK di Kupaten kuningan menyerang sapi perah.

Hal tersebut salah satunya karena lokasi kandang sapi perah yang berdekatan, serta mobolitas sarana prasarana dan peternak yang tinggi menyebabkan penyebaran PMK sangat cepat.

“Kita ketahui bahwa lokasi atau kandang-kandang sapi perah sangat berdekatan sehingga jika ada satu yang sudah positif ini penularan atau penyebarannya sangat cepat sekali, karena pada sapi perah mobilitas sarana prasarana, mobilitas transportasi, mobilitas petugas, kemudian peternaknya sendiri sangat tinggi,” jelasnya.

Rofiq mengatakan, berdasarkan beberapa kajian, sapi perah yang terjangkit sudah kena PMK dan sembuh, produksi susunya akan menurun hingga 80%. Harapannya, dengan adanya vaksinasi, hewan ternak yang sehat dapat terjaga terproteksi dan terhindar dari PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar