Museum Lambung Mangkurat Lestarikan Permainan Basusumpitan

Seorang siswa SMPN 2 Banjarbaru mencoba permainan tradisional Basusumpitan dalam kegiatan belajar bersama di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. (Foto: RRI/Liberta Anastasia)

KBRN, Banjarbaru: Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat (Muslam) memperkenalkan dan sekaligus melestarikan permainan tradisional Kalsel. Kegiatan ini dilakukan lewat belajar bersama di museum, baru-baru ini.

Kasubag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel, M. Taufik Akbar, mengatakan kegiatan belajar bersama di museum kali ini memperkenalkan permainan tradisional. Namanya Basusumpit.

“Kegiatan ini untuk memperkenalkan permainan tradisional milik Kalsel, khususnya basusumpit kepada penerus bangsa,” kata Taufik Akbar di Banjarbaru.

Ia berharap dengan kegiatan ini para peserta dapat mengetahui sejarah permainan basusumpit. “Kami juga bisa berkontribusi positif untuk kemajuan kesenian di Kalsel, khususnya permainan tradisional,” kata Taufik Akbar.

Sementarasalah satu pembina SMP Negeri 2 Banjarbaru, Sri Rezekiani, yang mendampingi siswa sangat mengapresiasi kegiatan belajar yang dilaksanakan Muslam, atau Museum Lambung Mangkurat.

“Ajang ini tidak hanya menjelaskan tentang sejarah basusumpitan, kami juga mempraktekkan secara langsung. Termasuk cara bermainnya,” ujar Taufik Akbar. 

Sebanyak 70 peserta terdiri dari 50 siswa dari SMPN 2 Banjarbaru dan 20 dari komunitas Sumpit Antasari Banjarmasin mengikuti kegiatan ini.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar