HUT ke-495 Jakarta,  Banjir Masih Menjadi PR

Kondisi Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat tergenang pada Rabu (19/1/2022). ANTARA/Walda/am.

KBRN, Jakarta: Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan Nirwono Joga menyebut di usia Jakarta ke-495 tahun, masalah banjir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) dan belum tertangani dengan baik oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.   Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan anggaran untuk penanganan banjir sebesar Rp300 miliar.

"Saya mendengar angka Rp300 miliar itu, sebenarnya kalau digunakan dengan baik, itu ada upaya pengurangan banjir secara signifikan atau perbaikan kualitas udara juga secara signifikan," kata Nirwono yang juga Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, untuk penanganan banjir sejak era Gubernur Fauzi Bowo, Pemprov DKI telah fokus di empat sungai yang mengalir di Jakarta. Keempat sungai itu antara lain, Sungai Ciliwung, Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan dan Sungai Sunter. 

"Penanganan empat sungai itu harusnya selesai di tahun 2022 empat sungai tadi yaitu dilebarkan, dihijaukan, ditata ulang dan relokasi warga. Tapi ini kan kita membuang-buang waktu lima tahun ini dimana tidak ada program pemberdayaan sungai sementara program yang sudah berjalan berhenti begitu saja hanya mengutamakan program penamaa nama jalan," tegasnya.

Lebih lanjut, Nirwono menjelaskan untuk penanganan banjir ini di tahun 2012 sudah ada pembagian tugas antara Pemprov DKI, Pemerintah Pusat dan DPR serta Bank Dunia.

"Ketiganya saling membantu yaitu pemerintah DKI melakukan sosialisasi kemudian Bank Dunia melakukan pembiayaan. Statusnya sampai dengan tahun 2017 dari Ciliwung misalnya dari 33 km yang akan dibenahi sudah mencapai 16 km, artinya kita punya PR 17 km program yang sudah diteruskan ini," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeklaim penanganan banjir di Ibu Kota beberapa hari terakhir dilakukan dengan kerja cepat dan senyap atas izin Allah SWT.

"Jakarta dilanda hujan ekstrem tapi bisa ditangani cepat. Kenapa? Atas izin Allah, kerja sistematis dan kerja cepat itu membuatkan hasil," kata Anies melalui akun @aniesbaswedan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar