Pemprov Mengakui Tak Mudah Atasi Polusi Udara Jakarta

Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Selasa (21/6/2022). Dokumentasi Istimewa

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui upaya mengatasi polusi udara bukan hal yang mudah. Sebab penangananya harus dilakukan secara menyeluruh, dan prosesnya butuh waktu lama. 

"Memang tidak bisa diselesiakan secara cepat semua perlu waktu karena kita punya keterbatasan," kata Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (21/6/2022). 

Menurutnya, ada sejumlah sektor penyumbang polusi udara. Di antaranya banyaknya kendaraan bermotor, dan pabrik-pabrik bercerobong asap. 

Sayangnya, tambah Riza, penanganan beragam penyebab polusi tidak dapat dilakukan sepihak, tapi harus melalui program-program yang disusun secara komprehensif.

"Tidak bisa secara sepihak atau parsial," paparnya. 

Lebih lanjut, Riza menyampaikan, sejumlah program terus digalakkan untuk menekan kualitas udara yang buruk. Seperti pengembangan transportasi umum, menggalakkan uji emisi kendaraan, hingga peningkatan ruang terbuka hijau. 

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, Jakarta masuk ke dalam 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi IQAir.

Berdasarkan pemantauan tim RRI pada pukul 12.53 WIB di aplikasi IQAir, Jakarta masih masuk dalam urutan ke 8 dengan indeks kualitas udara 107 pada Selasa 21 Juni 2022, artinya udara Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif. 

Permasalahan kualitas udara Jakarta ini juga mendapat reaksi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Menurutnya yang terpenting adalah tindak lanjut kondisi tersebut, agar kualitas udara Jakarta kembali membaik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar