Produksi Garam di Pamekasan Terkendala Hujan

Tambak garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (Foto:RRI/Purnama Iswantoro).

KBRN, Pamekasan: Para petambak garam di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur belum bisa memproduksi garam rakyat, karena sampai saat ini masih sering turun hujan. 

Petambak garam asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Muarif mengatakan, dengan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini membuat dirinya dan petambak lainnya khawatir. 

Menurutnya, kondisi ini terjadi sejak dua tahun terakhir, sehingga membuat produksi garam tidak maksimal. 

"Dampaknya hasil garam sedikit dan kualitas juga kurang bagus," ucapnya kepada RRI, Sabtu (28/5/2022). 

Sementara itu, Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasam Lutfi Asari menyampaikan, pihaknya siap membantu meningkatkan pendapatan para petambak garam di tengah produksi garam menurun karena kemarau basah. 

"Kita memfasilitasi dengan memberikan bantuan berupa benih kakap putih dan kerapu, agar bisa menambah pendapatan petambak garam," ujarnya. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau di Indonesia akan mengalami kemunduran.

Puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus mendatang. 

Hal ini setelah analisa BMKG menunjukan La Nina dan potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan tahun 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar