Banjir Kendal Berdampak pada Pembelajaran Tatap Muka 

Sejumlah siswa terpaksa memakai sendal untuk bersekolah menyusul terdampak banjir rob di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2022). (foto: Faizin Rozi/RRI)

KBRN, Kendal:  Banjir rob di Kendal, Jawa Tengah yang terjadi lebih dari sepekan ini,  berdampak pada proses pembelajaran tatap muka di daerah tersebut. 

Seperti di SD Negeri 3 Bandengan Kendal, pembelajaran tatap muka menjadi terganggu, karena seluruh ruang kelas terkena banjir rob. Ketinggian air rob di dalam kelas mencapai 30 centimeter, ketika sore hingga malam hari dan pada pagi hari biasanya sudah surut.

Kepala SDN 3 Bandengan, Siti Mardiyah mengatakan, meski ruang kelas terkena air rob, pembelajaran tatap muka di sekolah tetap berjalan. Pasalnya, ketika pagi hari air rob sudah surut, sehingga ruang kelas masih bisa digunakan, meski masih sisa genangan air. 

Para guru memakai sepatu boot, sedangkan para siswa memakai sandal. Namun datangnya air rob juga tidak menentu, terkadang mulai pukul 9 air rob mulai datang, sehingga anak-anak dipulangkan lebih awal, karena takut terjebak banjir rob yang semakin tinggi. 

"Air rob masuk kelas sampai 30 centimeter kalau sore sekitar pukul 4, tetapi paginya sudah surut, hanya halaman yang masih tergenang air,," katanya, Rabu (25/5/2022).

Sekolah hanya bisa menggunakan gedung sebelah utara, sedangkan gedung sebelah selatan masih dalam proses rehab peninggian lantai, sehingga belum bisa digunakan. Solusinya, pembelajaran di kelas dibagi dua shift, yakni untuk kelas 1-3 masuk pagi, sedangkan kelas 4-6 masuk siang. 

Proses pembelajaran tatap muka di dalam kelas tetap berlangsung meski ruangan kelas terdampak banjir rob di Kendal Jawa Tengah, Rabu (25/5/2022). (foto: Faizin Rozi/RRI)

Kepala sekolah berharap untuk gedung di sebelah utara juga ditinggikan supaya tidak terkena air rob. "Sekolah dibagi dua shift, untuk kelas 1 sampai tiga masuk pukul 7 sampai 9, dan untuk kelas 4 sampai 6 masuk gantian," ujarnya.

Akibat sering terkena air rob, banyak siswa yang mengalami gatal-gatal. Para siswa diminta untuk menjaga kebersihan supaya tidak terkena gatal-gatal. 

"Anak-anak banyak yang mengeluh kena gatal-gatal," katanya

Sedangkan Harini, wali murid berharap lantai gedung sekolah segera ditinggikan supaya anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman. Katanya, akibat gedung sekolah terkena air rob, anaknya mengeluh karena terkena gatal-gatal dan baju sekolah juga basah. 

"Iya, anak mengeluh gatal-gatal dan bajunya sering basah," ujarnya.

Ia juga berharap pihak puskesmas bisa memberikan obat gatal untuk anak-anak sekolah.

Banjir rob, juga membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu, karena menggenangi rumah-rumah warga, dan jalan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar