PPKM Level 1, Tempat Hiburan dan Wisata Bisa Beroperasi

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyatakan, diterapkannya PPKM Level 1 menjadikan tempat hiburan dan wisata beroperasi kembali. (Saadatuddaraen/RRI)

KBRN, Tangerang : Sejumlah pelonggaran kegiatan masyarakat kembali diberlakukan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Hal ini menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1 di daerah yang dipimpin Benyamin Davnie tersebut.

PPKM Level 1 artinya menunjukkan jumlah kasus positif COVID-19 sudah sangat rendah, kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, penerapan status PPKM Level 1 diberlakukan hingga 6 Juni 2022. Ia berharap, dengan pelonggaran yang ada, roda perekonomian dan kegiatan masyarakat Tangsel kembali menggeliat. 

"Mulai hari ini kita terapkan PPKM Level 1. Ini berlakunya dua minggu sampai 6 Juni. Jadi kita akan tindak lanjuti. Saya minta Dinas Kesehatan dan BPBD membuat surat edaran," ujarnya kepada RRI.co.id, Selasa (24/5/2022).

Dia menyebutkan pada PPKM Level 1, para pegawai diperbolehkan kerja dari kantor atau work from office (WFO). Selain itu, usaha wisata dan hiburan juga boleh beroperasi.

"Ada banyak pelonggarannya. Misalnya WFO 100 persen, lalu tempat hiburan di taman kota juga sudah dibuka lagi. Semua aktivitas hampir normal," jelasnya. 

Namun, Benyamin belum memerinci tempat hiburan dan wisata yang dimaksud.  "Tempat hiburan sudah mulai normal, nanti kita akan bahas tempat hiburan mana saja," kata Benyamin.

Seperti diketahui, pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seluruh wilayah Indonesia selama dua pekan, terhitung sejak 24 Mei hingga 6 Juni 2022.

Perpanjangan PPKM dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 26/2022 tentang PPKM Jawa-Bali dan Inmendagri 27/2022 tentang PPKM luar Jawa-Bali.

Nah, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, kawasan Jabodetabek kembali masuk dalam kategori wilayah yang menerapkan PPKM level 1.

Khusus wilayah Jawa-Bali, jumlah daerah yang berada di Level 1 mengalami peningkatan dari yang semula 11 daerah menjadi 41 kabupaten/kota.

Sedangkan daerah pada Level 2 mengalami penurunan dari yang semula 116 daerah menjadi 86 daerah, dan daerah di Level 3 tetap berjumlah 1 daerah, serta tidak ada lagi daerah di Level 4.

PPKM Level 1 artinya menunjukkan jumlah kasus positif COVID-19 kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Sementara rawat inap di di rumah sakit kurang dari 5 orang per 100 ribu penduduk per minggu, serta angka kematian kurang dari 1 orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Misal jika dibandingkan PPKM Level 2, Jumlah kasus positif COVID-19 antara 20 dan kurang dari 50 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Rawat inap di di rumah sakit antara 5 hingga kurang dari 10 orang per 100 ribu penduduk per minggu, sementara angka kematian kurang dari 2 orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar