Kota Tangerang Hibahkan Penyelenggara Haji Rp1 M

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin memberikan arahan kepada para calon jamaah haji asal Kota Tangerang di Masjid Aladhom. (Saadatuddaraen/RRI)

KBRN, Tangerang : Walau ada 20 warganya yang gagal diberangkatkan, Pemerintah Kota Tangerang memberikan bantuan hibah kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) periode tahun 2022, sebesar Rp1 milyar.

Bantuan tersebut untuk membantu biaya sektor operasional pemberangkatan dan penjemputan para jemaah haji.

"Alhamdulillah pandemi Covid-19 semakin melandai, sehingga secara berangsur kita saat ini bisa melaksanakan beberapa kegiatan peribadatan secara normal termasuk izin pelaksanaan ibadah haji dan umroh," ujar Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang kepada RRI.co.id, Sabtu (21/5/2022).

"Pemerintah Kota Tangerang sangat menyambut baik hal tersebut," sambungnya.

Sachrudin mengatakan, dikeluarkannya kembali izin pelaksanaan ibadah haji dan umroh dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi calon jemaah haji, namun kepada masyarakat lainnya.

Seperti, para pelaku usaha pada bidang transportasi dan pelaku usaha travel agent ibadah haji dan umroh.  

"Dengan dipeebolehkannya kembali ibadah haji dan omroh, hal ini pastinya menimbulkan multiplier effect bagi beberapa pelaku usaha," kata dia.

Sachrudin pun mengharapkan, kebijakan pemerintah yang memberikan kelonggaran protokol kesehatan dapat dimaksimalkan untuk menjadi momentum kebangkitan perekonomian masyarakat. Pasalnya, sektor perekonomian sosial sangat terdampak selama terpaan Pandemi Covid-19 dalam tiga tahun terakhir.

"Pemerintah Kota Tangerang turut memberikan bantuan hibah kepada PPIH periode tahun 2022, sebesar Rp1 milyar," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 orang calon jemaah haji asal Kota Tangerang, Banten, gagal diberangkatkan ke Tanah Suci, karena masih berusia di bawah 18 tahun, dan di atas 65 tahun. Hanya 860 calon jemaah haji asal Kota Tangerang yang diberangkatkan pada periode 2022 ini. 

Kepala Seksi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Tutun HS mengungkapkan, selain terkendala usia, ada juga yang secara sukarela mengundurkan diri dengan berbagai macam alasan, seperti masalah kesehatan.

“Ada yang mengundurkan diri karena ada yang meninggal, sedang hamil, kemudian ada yang mengundurkan diri karena istrinya masuk (porsi keberangkatan tahun 2022) suaminya enggak masuk. Kemudian ada juga yang usianya lebih dari 65 tahun,” ungkapnya, Sabtu (21/05/2022).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar