FOKUS: #PPKM

Tangerang Selatan Tunggu Aturan Lengkap Pelonggaran Masker

Dokumentasi - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. (Saadatuddaraen/RRI)

KBRN, Tangerang: Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie masih menunggu aturan lebih jelas dan detil (lengkap) mengenai pelonggaran penggunaan masker. 

Walau menyambut baik keputusan tersebut namun dalam implementasinya nanti ia tetap akan menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Dalam Negeri.

"Saya berharap bahwa pelonggaran itu nanti ada di dalam Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri, Red) yang mengatur PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Red). Sehingga kami tidak keliru dalam mengeluarkan kebijakan serupa di tengah-tengah masyarakat di Kota Tangerang Selatan," ujarnya kepada wartawan di Tangerang Selatan, Rabu (18/5/2022).

Ia menuturkan, dengan mengacu pada Imendagri, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel akan merevisi aturan baru terkait pemakaian masker melalui Peraturan Wali Kota (Perwal).

Dalam Perwal nantinya akan diatur secara lebih teknis mengenai pelonggaran aturan tersebut.

"Itu dalam Perwal Nomor 13 tahun 2020, nanti akan kita revisi soal penggunaan masker. Itulah kenapa saya masih menunggu arahan atau pengaturan dari Menteri Dalam Negeri," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan (outdoor).

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (17/5/2022), setelah mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali di Indonesia.

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka yang tidak padat orang, diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers secara daring, Selasa (17/5/2022).

Namun Presiden mengingatkan, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker.

Kepala Negara juga meminta untuk masyarakat yang masuk kategori kelompok rentan seperti lansia, memiliki riwayat penyakit komorbid, untuk tetap menggunakan masker.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar