FOKUS: #PPKM

Tak Berizin, Pasar Induk Tangerang Terancam Tutup

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, usai menghadiri HUT Pokja WHTR ke-22 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang, Kamis (27/1/2022). (Saaadatuddaraen/RRI)

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah melayangkan surat ke pengelola Pasar induk Tanah Tinggi tentang percepatan pengurusan izin berusaha. 

Namun, sudah berselang lima hari ini bekum juga ada jawaban dan bila dalam 14 hari tidak dilakukan perpanjangan perizinan terancam ditutup. 

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, dalam surat tersebut tenggat waktu yang diberikan selama 14 hari.

Namun, pada batas waktu yang ditentukan hingga kini Pasar Induk Tanah Tinggi belum melengkapi izin. 

Dia juga mengaku, akan mengecek terlebih dahulu terkait pengurusan perizinan tersebut.

Terlebih, kata orang nomor satu di Kota Tangerang ini, yang melakukan pemantauan yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). 

"Nanti saya cek sama Disperindag, yang pantau Disperindag," ujar Arief kepada RRI.co.id usai menghadiri HUT Pokja WHTR ke-22 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang, Kamis (27/1/2022). 

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, bila perizinan tersebut belum dilengkapi hingga batas waktu yang telah diberikan, pihaknya tak akan mentolerir lagi dan mengancam akan menutup pasar tersebut. 

"Nanti diingatkan lagi, kalau memang masih bandel, kami tutup," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, usai kecewa dan melemparkan barang dagangannya ke jalan, ratusan pedagang Pasar Induk Jatiuwung mendatangi DPRD Kota Tangerang, Kamis (6/1/2022.  

Mereka meminta Wali Kota Tangerang tepat janji untuk segera menutup Pasar Induk Tanah Tinggi yang menyebabkan mereka mengalami kerugian.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengatakan, pihaknya telah menampung aspirasi para pedagang ini untuk kemudian ditindaklanjuti.  

"Isi aspirasi ada tiga poin yang disampaikan dan ini akan kita tindaklanjuti. Nanti kita akan berkoordinasi dan berkomunikasi. Kita panggil dinas terkait yang berkaitan dengan kondisi pasar Jatiuwung dan Tanah Tinggi," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar