FOKUS: #PPKM

Sinergi Pemuda Bantu Pemerintah Daerah Tanggulangi Krisis

Ilustrasi Anak Muda Indonesia / Sinergi antara anak muda dan pemerintah daerah untuk isu lingkungan juga menjadi kunci dalam menanggulangi krisis. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Direktur Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Kabupaten Gorontalo, Nurain Lapolo menilai, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah memiliki kebijakan untuk menanggulangi permasalahan lingkungan.

Namun, menurut Nurain, hal itu perlu diperkuat dengan implementasi dan komitmen di lapangan.

"Pemerintah harus lebih banyak berbuat untuk upaya mitigasi bencana, bukan bergerak setelah bencana terjadi," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Senin (24/1/2022).

Hal itu disampikan Nurain dalam forum diskusi daring bertajuk #KamuHarusTagih yang digelar oleh Generasi Melek Politik (GMP) pada Minggu (23/1/2022).

Nurain memberikan rekomendasi sebagai solusi terhadap hal yang telah disusun Japesda, seperti melakukan evaluasi aktivitas terhadap perusahaan sawit, menimbang moratorium perizinan konversi lahan dan melihat Hutan Tanam Industri (HTI) yang diduga berkontribusi terhadap banjir.

"Perlu juga upaya kerja keras untuk melakukan rehabilitasi dan konservasi wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Limboto-Bolango-Bone (LBB), rehabilitasi hutan dan lahan, penegakan hukum bagi pelaku perusak hutan dan lahan serta konsisten dengan kebijakan peruntukan ruang," ujarnya.

Selain itu, Nurain mengatakan, sinergi antara anak muda dan pemerintah daerah untuk isu lingkungan juga menjadi kunci dalam menanggulangi krisis yang terjadi di Kabupaten Gorontalo.

"Pemerintah dan anak muda harus bisa sama-sama menurunkan ego dan jangan saling tunggu, untuk saling bersinergi mengelola lingkungan hidup dan tau apa yang bisa kita lakukan ke depannya di Gorontalo,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (Kadis LH SDA) Kabupaten Gorontalo Syaiful Kaiman mengungkapkan, bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) wilayahnya memuat kajian strategis dalam permasalahan lingkungan.

Hal itu dilakukan pihaknya agar tidak menjadi ancaman ekosistem masa depan.

"Setiap perencanaan pembangunan mewajibkan adanya dukungan dari kajian lingkungan strategis,” ungkapnya.

Syaiful menyampaikan, isu lingkungan yang menjadi konsen dalam diskusi yakni pengelolaan sampah dan penanggulangan banjir sudah masuk dalam program kerja strategis pihaknya. 

Terkait pengelolaan sampah, lanjut Syaiful, pihaknya mendorong pengelolaan sampah dengan beberapa aspek, seperti mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol kemasan dan menggantinya dengan penggunaan tumblr, mengalihfungsikan sampah dengan metode 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan memaksimalkan bank sampah yang tersedia di setiap wilayah. 

"Terkait penanggulangan banjir, Pemda memiliki rencana jangka pendek, yaitu dengan mendorong semangat gotong royong masyarakat setiap Jumat untuk bebersih saluran gorong-gorong; rencana jangka menengah, dengan mendorong pengelolaan dana desa agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal dan mendorong agroforestry; dan rencana jangka panjang, yaitu bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk bersinergi menanggulangi bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Gorontalo," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar