Cuaca Ekstrem di Cilacap, Dua Nelayan Hilang

Ilustrasi Basarnas (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Kepala basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan bahwa kedua nelayan yang sempat hilang akibat cuaca ekstrem akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Sudah ditemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia," tutur I Nyoman melalui wawancara Pro 3 RRI, Selasa (18/1/2022).

I Nyoman menjelaskan jika proses evakuasi telah dilakukan pada pukul 13.10 WIB, setelah mendapatkan laporan. Bahkan, tim sempat mengalami kendala gelombang tinggi ditengah laut akibat cuaca ekstrem yang tidak diketahui.

"Cuaca ekstrem yang kita hadapi itu yakni gelombang tinggi sekitar 2,5 hingga 4 meter," jelas I Nyoman.  

Sementara untuk kedua korban ditemukan ditempat berbeda. Untuk korban pertama ditemukan terdampar, dan untuk kondisi korban yang kedua ditemukan lebih kearah tenggara dari tempat didapatkannya informasi awal.

"Ditemukan berbeda, dan identitas kedua nelayan tersebut, yang pertama dengan nama Sweri dan yang kedua bernama Toni," jelasnya.

Ia juga menyatakan meskipun peristiwa ini kerap kali terjadi, Basarnas setempat tidak pernah lupa untuk memberikan edukasi dan juga sosialisasi kepada masyarakat terkait bahayanya cuaca ekstrem, terutama kepada para nelayan.

"Sering  kita edukasikan kepada masyarakat terutama kepada nelayan, selalu waspada dengan cuaca ekstrem seperti ini, dan terkait aktiativitas nelayan tetap berjalan seperti biasanya," jelasnya kembali.

"Namun para nelayan sudah mengetahui kondisi dan situasinya gelombang yang ada ditengah laut dan berkoordinasi juga dengan BMKG," tutupnya.

Sebagai informasi, diketahui bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di Cilacap akhir-akhir ini membuat dua nelayan hilang dan Basarnas Cilacap hingga saat ini terus bersiaga.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar