Vaksin Booster Terbatas Solo Prioritaskan Vaksinasi Anak

Foto ilustrasi, masyarakat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

KBRN, Surakarta: Program vaksin Booster Covid-19 di Kota Solo dilaksanakan saat vaksinasi untuk anak sekolah masih berlangsung. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan kewalahan. 

Selain itu Pemkot Surakarta sampai saat ini masih mengalami kendala stok vaksin yang belum memadai. Oleh karenanya Pemkot Surakarta kini memprioritaskan vaksinasi anak, karena berstatus primer. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih menjelaskan, terbatasnya vaksin booster disebabkan karena saat ini karena hampir seluruh nakes di bawah koordinasi Dinkes Solo dikerahkan untuk vaksinasi anak. Program vaksinasi yang dilaksanakan di sekolah dan Puskesmas itu diprioritaskan karena berstatus berfungsi untuk perlindungan primer dari Covid-19. 

"SDM kita mainkan di sekolah semua biar cepat selesai. Booster penting. Tapi vaksin anak ini kan vaksin primer. Justru harus menjadi yang utama," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih seusai rapat evaluasi PPKM di Balaikota, Senin (17/1/2022).

Ia menargetkan vaksin anak sekolah rampung paling lambat akhir Februari 2022 mendatang. Dengan tuntasnya vaksin anak, Dinkes kemudian bisa mengalokasikan nakes sepenuhnya untuk vaksin booster.

Ning menambahkan keterbatasan stok vaksin juga menjadi kendala pelaksanaan vaksin booster di Solo. Saat kick-off vaksin booster di RSUD Fatmawati Solo, Jumat (14/1) lalu, Dinkes hanya memiliki 200 dosis yang bisa digunakan untuk 400 orang. Stok tersebut habis dalam dua hari.

"Kemarin dua hari habis tapi kita dapat pinjaman dari daerah lain. Kita suntikkan 500 dosis," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, telah mengupayakan pengadaan vaksin booster. Salah satu upayanya meminjam vaksin dari daerah lain maupun meminta kiriman dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat.

"Kita nunggu pinjaman dari bupati dan wali kota daerah lain. Kemarin ternyata ada sedikit kendala. Mudah-mudahan ada kiriman dari Provinsi atau pusat," katanya.

Dinkes sebenarnya sudah mendapatkan pinjaman 2.000 dosis dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah, Sabtu (15/1). Saat ini pihak DKK masih memiliki sisa 1.500 dosis yang bisa digunakan untuk booster. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar