Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang Meningkat

KBRN, Surakarta: Permintaan Kue Keranjang dua pekan jelang perayaan Tahun Baru Imlek mulai melonjak. Kue khas itu tidak hanya di buru warga keturunan Tionghoa, tetapi sudah menjadi santapan masyarakat luas.

Makanan yang terbuat dari tepung ketan bercampur gula dengan proses pembuatan memakan waktu 10 jam merupakan kue yang selalu wajib setiap momentum Imlek. Untuk memenuhi kebutuhan kue manis dan kenyal itu pada perayaan Imlek pedagang menambah stok penjualannya.

Salah satunya pedagang Kue Keranjang di Pasar Gede Solo Natalia Wijaya menuturkan, sejak awal bulan ini penjualannya melonjak lebih dari ratusan kilogram. Permintaan Kue keranjang sama banyaknya dengan tahun lalu perhari lebih dari 100 kilogram.

“Kami untuk persiapan Imlek mendapatkan pasokan dari wilayah Solo yang semuanya ada 10 orang juga dari Jakarta untuk masing masing 100 kilo gram,” kata Natalia saat ditemui RRI di kios Pasar Gede Solo, Senin (17/1/2022).

Lanjut Natalia, harga yang ditawarkan mulai dari Rp25 ribu hingga Rp65 ribu dengan rasa bervariasi seperti rasa coklat, stroberi, durian dan pandan. 

Kondisi yang sama dialami Pedagang Kue Keranjang di Pasar Gede Solo bernama Jefri. Dia mengaku sejak dua pekan terakhir ini mengalami peningkatan penjualan.

Perhari penjualan mencapai seratusan buah. Sementara barang dagangan di pasok dari wilayah Kota Solo sebanyak 5 perusahaan.

“Permintaan Kue Keranjang sudah meningkat selain itu banyak pesanan pada hari H nanti akan diambil ya hingga kini sudah ratusan kilo terjual,” beber Jefri.

Dikatakan Jefri, hingga akhir Imlek nanti diprediksikan permintaan akan tetap banyak. Berkaca tahun lalu mempu terjual 800 kilogram lebih.

Para pembeli didominasi dari masyarakat keturunan Tionghoa. Bahkan dari berbagai kalangan, seperti perusahaan yang akan di bagikan ke karyawannya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar