Ini Efek Samping Vaksin Booster

Sumber Foto : Detik.com

KBRN, Samarinda: Saat ini pemerintah tengah gencar memberikan vaksinasi lanjutan bagi mereka yang telah melengkapi vaksinasi primer dosis 1 dan 2, sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 dikenal dengan vaksin booster.

Penerima vaksinasi booster berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

Dikutip dari laman CNN Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat (EUA) pada lima merek untuk vaksin booster. Kelima merek vaksin yakni, CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax.

Satu hal yang jadi perhatian adalah soal efek samping vaksin booster, terlebih sebagian orang merasakan efek samping beragam setelah menerima vaksin baik dosis pertama maupun kedua.

Akan tetapi, berikut detail efek samping vaksin booster yang mengantongi izin penggunaan darurat di Indonesia.

1. Efek samping vaksin booster CoronaVac atau Sinovac

BPOM menyebut efek samping Sinovac bersifat ringan-sedang. Efek samping ini juga disebut Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI). Beberapa efek samping berupa, nyeri lokal (bekas suntikan), nyeri otot, pembengkakan, sakit kepala (0,1 persen). Selain itu muncul efek samping diare (1-1,5 persen).

2. Efek samping vaksin booster Pfizer

Efek samping vaksin Pfizer tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin lain yang sudah beredar di Indonesia. Umumnya efek samping berupa rasa sakit di area suntikan, demam, flu dan pusing. Efek samping ini pun biasanya hanya berlangsung sebentar dan hilang tanpa harus ada pertolongan medis.

3. Efek samping vaksin booster AstraZeneca

Berdasar laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) efek samping vaksin AstraZeneca terbilang ringan hingga sedang dengan tingkat keparahan bisa diselesaikan dalam hitungan hari setelah vaksinasi.

Efek samping yang sering dilaporkan antara lain, nyeri di area suntikan, sakit kepala, kelelahan, myalgia, malaise, demam, tubuh menggigil, mual dan artralgia (nyeri atau kaki pada sendi).

4. Efek samping vaksin booster Moderna

Dalam laporannya FDA menyebut efek samping vaksin Moderna saat uji klinis termasuk, rasa sakit pada area suntikan, bengkak, kemerahan, kemudian kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, mual dan muntah, demam dan ruam merah.

Setelah Moderna digunakan masyarakat, efek samping yang umum dilaporkan berupa reaksi alergi (kesulitan bernapas, bengkak pada wajah dan tenggorokan, detak jantung cepat, ruam merah, pening dan lemah), myocarditis, pericarditis (inflamasi pada lapisan luar jantung).

5. Efek samping vaksin booster Zifivax

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyebut tidak ada efek samping berat dari vaksin Zifivax. Efek samping berupa efek samping sistemik paling sering dilaporkan yakni, sakit kepala, kelelahan, dan demam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar