Penganiayaan, Kegiatan Pramuka SMAN 1 Ciamis Dihentikan

KBRN, Jakarta: Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jabar Atalia Praratya menyayangkan penganiayaan puluhan anggota Pramuka di SMA Negeri 1 Ciamis, Jawa Barat oleh kakak kelasnya. Atalia pun mengambil langkah tegas dengan menghentikan kegiatan kepramukaan di sekolah tersebut. 

“Moratorium/penghentian sementara kegiatan pramuka yang ada di gudep SMAN 1 CIAMIS. Usut tuntas dan lakukan setiap proses yang diperlukan,” tegas Atalia yang merupakan isteri dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam unggahan di akun Instagramnya, Kamis (13/1/2022). 

Selain itu, ia menginstruksikan agar semua pihak melakukan pembenahan dan konsolidasi, memperbaiki stuktur dan pola pembinaan yang akan berdampak pada pemutusan mata rantai kejadian serupa di seluruh jenjang organisasi Pramuka. 

“Kegiatan pramuka harus selalu dibimbing oleh Pembina/Pembantu Pembina dan bukan dipercayakan kepada senior ataupun alumni,” jelasnya.

Atalia juga  mendorong Komitmen bersama seluruh stakeholder (termasuk kegiatan kesiswaan lain) untuk sekolah ramah anak.Kegiatan itu sendiri diikuti oleh sekitar 70 siswa. Namun pada salah satu sesi seluruh siswa Pramuka diharuskan saling menampar satu sama lain. Belum cukup, mereka juga diduga mendapat penganiayaan kakak kelasnya. Tidak terima dengan dugaan penganiayaan tersebut sejumlah orangtua siswa melapor ke Polres Ciamis.

Terkait peristiwa pemukulan anggota pramuka di Gugus Depan Pangkalan/Basis SMAN 1 Ciamis, menurut Atalia, kegiatan “Lingkaran Setan” bukanlah kegiatan resmi Pramuka. Ia menjelaskan kegiatan ini murni diinisiasi senior/alumni yang dilakukan tanpa izin sekolah/gugus depan dan tidak dihadiri oleh pembina dan pelatih. 

“Atas nama pimpinan Kwarda Pramuka Jabar kami memohon maaf kepada semua pihak atas kejadian tersebut dan bersama-sama akan memastikan kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” ungkapnya. (foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar