Dindik Tangerang Kaget SD Rusak Tersapu Angin

Sekolah rusak diterjang angin kencang

KBRN, Tangerang : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaifullah mengatakan, tidak ada laporan terkait SD Negeri Karangharja 2, Kecamatan Cidoka yabg rusak karena diterjang amgin kencang. 

Selain itu, dirinya baru mengetahui bahwa sekolah tersebut atapnya jebol dari pemberitaan yang ada di media massa. 

"Belum ada laporan apa-apa terkait hal tersebut (atap jebol, Red). Kami baru tahu hari ini dari berita tersebut," unarnya kepada rri.co.id, Rabu (1/12/2021). 

Menurutnya timnya akan langsung turun ke lapangan jika memang mendapat laporan gedung sekolah yang alami kerusakan. Syaifullah mengungkapkan hari ini timnya sudah melakukan peninjauan langsung ke SDN Karangharja 2 Cisoka. 

Dia juga mengaku, jumlah sekolah di Kabupaten Tangerang berjumlah 840 yang tersebar di 28 kecamatan. 

"Coba mintakan surat laporannya mungkin bisa jadi bahan perhatian kami. Jika kami tahu dan apalagi ada laporan tertulis pastinya lebih sigap sesuai dengan arahan Pak Bupati agar semua OPD selalu siap dan respon cepat. Hari ini tim kami sudah ke lokasi meninjau langsung besok langsung mulai perbaikan," tambahnya. 

Sebelumnya diketahui, SDN Karangharja 2 Cisoka, Kabupaten Tangerang kondisinya memprihatinkan. Hal ini dikarenakan kondisi dua ruang kelas di gedung sekolah tersebut atapnya jebol karena angin kencang beberapa hari lalu. 

Seorang guru di SD tersebut, Ahmad Lomri mengatakan ada dua ruang kelas yang atapnya jebol yang digunakan untuk kelas 4A dan 4B. 

"Kondisinya memprihatinkan karena atap kelas dan genteng itu jebol akibat angin besar yang menerjang sejak beberapa bulan yang lalu. Persisnnya di bulan apa saya lupa, tetapi pas kejadian itu genteng sekolah pada terbang dan copot, ditambah sama hujan yang masuk ke dalam atap hingga jebol," ucap Lomri. 

Kata Lomri, saat ini pelaksanaan PTM terpaksa tetap memakai ruang kelas tersebut. Hal ini dikarenakan SDN Karangharja 2 tidak memiliki ruang kelas alternatif. 

"Kami terpaksa harus tetap memakai ruangan yang rusak itu, untuk proses KBM siswa/siswi SDN Karangharja khusunya bagi kelas 4, karena selain tidak ada ruangan lagi, saat ini siswa sedang melaksanakan ujian," imbuhnya. 

Total jumlah siswa di SDN Karangharja 2 ada 400 siswa. Sementara untuk kelas 4A dan 4B sebanyak 62 siswa. 

Lomri mengungkapkan atas kondisi ini pihaknya tidak tinggal diam. Lomri mengaku pihaknya sudah pernah melaporkan dan ajukan untuk perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. 

"Tetapi sampai sekarang tidak ada tembusan, bahkan kemarin juga kita sudah laporkan ke pemerintah setempat (Kecamatan) dan sama tidak ada respon juga. Hanya saja kemarin ada anggota dewan yang menanyakan kondisi sekolah," ungkapnya. 

Lomri berharap, pemerintah dan Dinas terkait untuk segera membantu proses perbaikan sekolah ini. Karena dari para orang tua murid sudah banyak yang menanyakan dan mengeluhkan terkait keselamatan anak-anaknya. "Tetapi kami tidak bisa jawab juga memang kondisinya begini," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar