Pembuatan Sumur Resapan di Jaksel Terkendala Peralatan

KBRN, Jakarta: Pengerjaan sumur resapan atau drainase vertikal di Jalan Intan, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel) terkendala oleh minimnya peralatan seperti mesin penyedot air dan blacker yang rusak. 

Salah satu pekerja penggali sumur resapan, Ade mengatakan, kendala yang dihadapi dalam pengerjaan ialah banyaknya genangan air dan batu cadas (batu keras) yang tertanam di tanah. Parahnya, mesin sedot air yang yang disediakan tidak dapat digunakan. 

"Disediakan alat sedot dan blaker tapi rusak semua. gak bisa dipakai," ujarnya saat ditemui RRI.co.id, Rabu (30/11/2021).

Akibatnya para pekerja harus susah payah membuang air yang keluar dari lubang yang digali dengan peralatan seadanya seperti karung berukuran sedang dan ember kecil. 

Menurutnya, akibat dari pembuangan air yang dilakukan manual, pengerjaanya memakan waktu 3-4 hari untuk pembuatan satu lubang. Padahal jika menggunakan mesin alat sedot dapat diselesaikan dalam waktu sehari. Padahal dirinya bersama kawan-kawan dikejar target menyelesaikan 2-3 lobang dalam sehari. 

Dia mengaku berharap agar Pemda DKI segera menyediakan mesin sedot air dan blacker yang dapat berfungsi, guna menunjang pekerjaan pembuatan lubang sumur resapan agar sesuai target, efisien dan maksimal. 

Lebih lanjut kata dia, selama ini, kalaupun ada blacker atau alat pemecah batu itu harus dipakai secara bergilir atau bergantian dari tempat satu ke tempat lainya.

"Iya ada tapi bergantian. Ini jadi lama kerjanya. Kami jadi pakai karung aja sama ember," kata dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar