Stop Minyak Curah, Pemkot Tangerang Tinggu Juknis

Ilustrasi

KBRN, Tangerang : Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang masih menunggu peraturan petunjuk teknis lengkap dari pemerintah pusat terkait pemberhentian peredaran minyak curah mulai 1 Januari 2022. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagop-UKM) Kota Tangerang, Teddy Bayu mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait juknis pemberhentian peredaran minyak curah itu. 

"Kami masih koordinasi dan konsultasi terkait juknis dengan Kemendag," ungkapnya kepada rri.co.id, Senin (29/11/2021). 

Teddy mengungkapkan, pemerintah pusat berencana menyetop peredaran minyak curah pada Januari 2022 lantaran minyak tersebut memiliki masa pakai yang pendek. Harga minyak curah juga tergolong cepat berubah atau fluktuatif jika dibandingkan dengan minyak kemasan yang harganya lebih stabil. 

"Minyak curah disarankan diganti dengan minyak kemasan karena untuk menjaga mutu," ucap dia. 

Dari sisi kesehatan, Teddy mengaku, minyak kemasan tergolong lebih higienis dan memiliki kualitas yang terjaga. "Dan masa pakainya juga lebih lama," imbuhnya. 

Diketahui, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengemukakan, pemerintah akan menyetop peredaran minyak goreng curah di pasaran mulai 1 Januari 2022. 

“Minyak goreng curah ini kan bergantung pada crude palm oil (CPO, Red), ketika CPO naik maka minyak goreng curah juga langsung naik. Makanya pemerintah sudah mengantisipasi dengan tidak mengizinkan diedarkan mulai dari 1 Januari 2022 nanti,” kata Oke.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar