Ini Alasan Anies Tetap Ketok UMP 2022

KBRN, Jakarta: Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan alasan pihaknya menetapkan kenaikan UMP tahun 2022 sebesar 0,85 persen. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak dan hanya melaksanakan aturan yang ada. 

"Kami memahami dan saat ini kami sedang sama-sama memperjuangan agar UMP jkt naik lebih tinggi dari formula yang ada sekarang," tuturnya di Balai Kota Jakarta, Senin (29/11/2021). 

Anies menjelaskan, semula dirinya melihat formula perhitungan dalam PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Ia mengaku menerima formula tersebut dari Pemerintah Pusat, termasuk seluruh kepala daerah di Indonesia. 

"Kami melihat pp 36 yang formulanya diberikan untuk sleuruh Indonesia. Kami semua terima formulanya. kami semua terima angkanya," jelasnya. 

Di sisi lain, sesuai aturan pihaknya musti segera menetapkan besaran kenaikan UMP pada sebelum tanggal 20 November 2021 lalu. Sehingga dirinya tak bisa berbuat banyak dan menetukan sesuai acuan yang ada, karena bila tidak artinya melakukan pelanggaran.

"Perlu saya sampaikan tanggal 20 harus dikeluarkan. Karena ketentuannya mengharuskan harus keluar Keputusan Gubernur sebelum tgl 20. Bila tifak mengeluarkan, maka jadi melanggar. Karena itu kami keluarkan yang masih sesuai PP 36," paparnya. 

Meski demikian, Anies menekankan telah bersurat ke Kementerian Ketenagakerjaan formula perhitungan besaran UMP 2022 yang digunakan saat ini. Menurutnya metode tersebut tak sesuai bila diterpkan di Jakarta. 

Sebab besaran kenaikan upahnya jadi lebih rendah ketimbang tahun lalu. 

"Saya minta teman-teman bantu untuk bisa sama-sama membuat ini tuntas dan semoga nanti kita akan dapat hasil yang optimal. Amin.," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar