FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksinasi untuk Masyarakat Perbatasan dan Pedalaman Digencarkan

KBRN, Tarakan: Kabinda Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen TNI H Andi Sulaiman menyebutkan ribuan vaksin telah disiapkan, ada yang sudah dan akan disuntikkan ke masyarakat perbatasan hingga pedalaman kaltara, sampai akhir tahun 2021 mendatang.

Pria bintang satu ini mengatakan, pihaknya menggelar vaksinasi door to door dan vaksinasi massal digencarkan sesuai dengan intruksi presiden untuk membantu pemerintah di daerah-daerah. 

"Kita akan layani semua masyarakat, siapkan dosis vaksinya baik melalui metode rumah ke rumah dan juga vaksinasi masal berpusat disatu tempat, agar masyarakat mudah mendapat vaksin", jelasnnya saat memonitoring vaksinasi di SDN 018 Karang Rejo Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (22/11/2021).

Ia menambahkan, sasarannya semua kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Tak lain guna melindungi masyarakat garda terdepan negara agar tehindari dari Varian Delta Plus dan segera menuju herd immunity.

"Laporan sementara, seminggu lebih kita bergerak di bulan November ini, sudah tersalurkan 5 ribu lebih dosis vaksin baik jenis Sinovac dan juga Pfizer dari pesisir hingga pedalaman Kaltara, dan akan berlanjut terus hingga akhir 2021".

Meski Varian Delta Plus belum terbukti lebih ganas daripada varian aslinya. Namun pemerintah tetap perlu memperketat perbatasan karena varian itu telah terdeteksi di negeri Jiran Malaysia, untuk mengantisipasi masuk ke kawasan perbatasan Indonesia khusunya wilayah Utara Kalimantan. 

Kabinda mengimbau, meski sampai saat ini belum ada bukti riset soal tingkat keganasan varian ini lebih berbahaya dari varian Delta. Kendati berasal dari Inggris, saat ini sudah terdeteksi di Malaysia. 

Pemerintah tetap harus memperketat perbatasan untuk mengantisipasi masuknya setiap varian baru, kenaikan lonjakan penularan kasus Covid-19 di Inggris belakangan ini belum tentu disebabkan oleh varian tersebut. Sebab, kenaikan penularan juga dipicu oleh longgarnya penerapan pembatasan dan protokol kesehatan. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar