Dilema Pembangunan Turap Bantaran Kali Tapos

KBRN, Jakarta: Warga maupun petugas RW dan RT setempat telah mengingatkan para pemilik tanah agar tidak meninggikan turap meski sempat ambruk di Kelurahan Sukmajaya Baru, Tapos, pada Rabu (27/10/2021) sekisar pukul 10.30 WIB.

Mengingat tanah disana telah bercampur sampahan plastik yang menggunung sebelumnya.

Sekretaris RW 05/RT 06, Nano menekankan sejak awal warga tidak setuju dengan rencana pemilik tanah meninggikan turap yang sebelumnya dibangun pemerintah kota Depok.

"Sebetulnya kami warga lingkungan sudah memperingatkan saat ingin membangun. Pertama adalah kami tidak sepakat bahwa pembangunan itu diatas turap. Kedua kita ingatkan bahwa ini sampah semua, hendaknya membangun itu harus hati-hati atau pake space, jangan terlalu minggir ke kali," tuturnya ketika ditemui RRI di Kelurahan Sukmajaya baru, lokasi ambruknya turap sepanjang 10x4 meter, Kamis (28/10/2021).

Nano menjelaskan, pemilik tanah tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sehingga warga sempat marah dibuatnya. 

Saat itu, kata Nano pemilik tanah berjanji akan bertanggung jawab. Namun hingga kini belum ada kabar terkait keberadaan dari pemilik tanah.

"Memang sudah diprediksi akan runtuh. Tapi beliau masih nekat mo bilang apa, sudah kita sampaikan. Yang bersangkutan ingin bertanggung jawab, tapi sampai saat ini belum nongol. Kurang tahu juga," jelasnya.

Walaupun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Rabu malam, namun terdapat satu rumah yang mengalami kerusakan.

"Harusnya dengan apa yang telah kita ingatkan, terus dengan jawaban dialah yang ingin bertanggung jawab tentunya konsekuensinya beliau harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. Seperti kerusakan ini dan yang lainnya," tuturnya.

"Untuk korban manusia tidak ada. Ini yang menjadi korban tempat kerja. rumah rusak, di bagian asbes yang menjorok ke jalan setapak," kata Nano.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00