Fakta Menarik Hari Sumpah Pemuda

KBRN, Samarinda: Salah satu momen bersejarah di Indonesia adalah lahirnya Ikrar Sumpah Pemuda yang dicetuskan saat Konggres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928.

Pada waktu itu, Konggres Pemuda II Kongres Pemuda II dilaksanakan di sebuah rumah di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat dan dihadiri sekitar 700 pemuda.

Dengan adanya Sumpah Pemuda, rakyat Indonesia dapat bersatu dari segala macam perbedaan yang ada dan terus bersemangat dalam memajukan Indonesia.

Berikut ini 5 fakta Sumpah Pemuda:

1. Rumusan ikrar diramu oleh Muhammad Yamin

Dalam Konggres Pemuda II, Mohammad Yamin bertugas menjadi sekretaris, ia bertanggung jawab untuk meramu rumusan dari hasil diskusi.

Saat itu Muhammad Yamin menuliskan rumusan ikrar Sumpah Pemuda pada selembar kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario sedang berpidato pada sesi terakhir kongres.

Rumusan ikrar Sumpah Pemuda tersebut kemudian disetujui dan oleh Soegondo dan seluruh anggota diskusi.

2. Nama Sumpah Pemuda

Rumusan ikrar Sumpah pemuda tidak memiliki judul tertentu bahkan hingga ikrar dibacakan. Istilah Sumpah Pemuda baru muncul setelah kongres berlangsung beberapa hari.

Pada Konggres Pemuda II, Ikrar sumpah pemuda kemudian dikenal sebagai ‘Ikrar Pemuda’.

Namun hal ini kemudian dirubah dan ditetapkan oleh Muhammad Yamin menjadi ‘Sumpah Pemuda’.

3. Larangan penggunaan kata ‘Merdeka’

Dalam proses berlangsungnya Kongres Pemuda II ini dijaga ketat oleh kepolisian Belanda.

Kepolisian Belanda memberikan larangan-larangan yang harus dihindari dalam konggres ini, salah satunya adalah larangan mengucapkan kata "Merdeka".

Jika dilanggar, akan dijerat hukum dan dipenjara.

4. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan tanpa lirik

Adanya larangan mengucapkan kata ‘merdeka’ dalam Konggres Pemuda II, ini menjadi alasan lagu "Indonesia Raya" yang dibawakan oleh WR Supratman hanya diiringi biola tanpa mengumandangkan lirik lagu.

Sumber lain mengatakan,  setelah selesai memainkan "Indonesia Raya", yang kelak menjadi lagu kebangsaan Indonesia, para hadirin meminta agar lagu tersebut dinyanyikan.

Setelah melalui diskusi, akhirnya "Indonesia Raya" dinyanyikan dengan sedikit perubahan lirik,  kata “merdeka” dalam lirik lagu itu dihilangkan dan diganti dengan kata “mulia. Adapun orang yang pertama kali melantunkan lagu "Indonesia Raya" dalam Kongres Pemuda II itu adalah Dolly Salim yang tidak lain merupakan putri kesayangan Haji Agus Salim.

5. Museum Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II dilaksanakan di sebuah rumah di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat. Pada 1972, Pemerintah menetapkan rumah tersebut sebagai cagar budaya dan dijadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00