FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Cegah Stunting, Banyuasin "door to door"

KBRN, Jakarta: Bupati Banyuasin Askolani Jasi meminta Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dapat mempertimbangkan soal penambahan petugas lapangan KB di Banyuasin Sumsel.

Askolani menilai jika kekurangan tim penyuluh dilapangan, sosialisasi stunting tidak akan maksimal. 

"Kepala BKKBN mesti memperhatikan hal ini, banyak beberapa petugas yang pensiun dan ini menghambat fokus utama kita soal penurunan stunting," kata Askolani kepada wartawan usai audiensi bersama Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di kantor BKKBN Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Meski demikian, Askolani menjelaskan pihaknya sudah memiliki manuver untuk dapat mengatasi isu stunting di daerahnya. Antara lain dengan meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola program Bangga Kencana, kepada petugas lapangan.

"Kami memberikan pembekalan keterampilan dan pengetahuan sehingga para petugas lapangan dapat memberikan penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat. Terkait permasalahan yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Yang berkaitan erat dengan permasalahan stunting, yakni kondisi gagal tumbuh kembang anak balita.

Dengan demikian, terang Askolani, pemerintah Kabupaten Banyuasin secara bersinergi dan gotong royong bersama OPD terkait dan masyarakat, terus melakukan pendampingan pada keluarga. 

"Apalagi saat pandemi ini, bila ada permasalahan tentang gizi, ibu hamil, pernikahan dini dan masalah keluarga lainnya, dengan semangat gotong royong kami lakukan door to door untuk menyelesaikannya," tuturnya.

Menanggapi hal itu Kepala BKKBN berjanji akan mempertimbangkan soal penambahan petugas lapangan di Banyuasin.

"Ya kami akan pertimbangkan, karena penurunan stunting adalah tugas kita bersama," ujar Hasto.

Sebelumnya untuk mencegah adanya generasi stunting, Kabupaten Banyuasin telah memiliki program Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk ibu hamil dan menyusui. Askolani juga mengimbau agar masyarakat Banyuasin mendukung Gerakan Tanam Sayur (GERTAS) dan Gerakan Tanam Obat, Rempah dan Umbian (TOBARU).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00