1.000 Pelajar Terlantar, Dindik Kabupaten Tangerang Prihatin

Pelajar SD Negeri Kiara Payung, Kabupaten Tangerang terlantar saat PTM perdana

KBRN, Tangerang: Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Fahrudin mengaku, prihatin terkait kondisi siswa-siswi SD Negeri Kiara Payung, di Kampung Kayu Item, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang terlantar tidak bisa ikut pembelajaran tatap muka (PTM) dihari pertama. 

Pasalnya, sekolah tersebut telah disegel oleh ahli waris pemilik tanah karena masih disengketakan. 

"Para siswa sejak pandemi Covid-19 selama satubtahun empat bulan tidak belajar tatap muka. Menurut saya gunakan kearifan lokal, supaya anak tetap jalan sekolah dan Pemda (pemerintah daerah, Red) berusaha menyelesaikan masalah," ungkapnya kepada rri.co id, Selasa (26/10/2021). 

Fahrudin membenarkan, jika gedung sekolah tersebut telah dimenangkan oleh ahli waris di pengadilan. Dia menambahkan, pihaknya pun telah menerima amar putusan tersebut dan siap melaksanakan. 

"Ya (lagi dianggarkan, Red). Kasian anak-anak yang mau PTM tertunda. Yang sekolah juga masyarakat daerah itu juga kan. Artinya ada kearifan lokal yang bicara sampai selesainya ahli waris dengan Pemda. Itu saja saya berharap," jelasnya. 

Fahrudin menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab, Red) Tangerang pun telah menerima hasil putusan tersebut. Namun pembayaran ganti rugi tersebut tidak dapat serta merta dibayarkan. 

"Kalau penganggaran di Pemda lihat tahun anggaran. Tidak bisa serta merta punya uang. Kalau pun ada, ada alokasi dana. Mungkin tahun 2022. Misalnya ada ganti rugi atau hasil dari tim apresial bahwa harga tanah disana sekian, begitu," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.000 pelajar SD Negeri Kiara Payung, Kabupaten Tangerang terlantar tidak dapat mengikuti pelajaran dihari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Tangerang, Banten. 

Lantaran, gedung sekolah mereka disegel dan dikunci oleh pihak yang mengklaim ahli waris dari pemilik lahan tersebut. 

Salah satu orang tua siswa SDN Kiara Payung, Marlina mengatakan, dirinya kecewa lantaran anaknya tidak bisa mengikuti PTM di hari pertama. 

"Apalagi ini kan dibuka setelah ada pelonggaran, belajar tertunda. Saat mau mulai PTM, kenapa begini," ungkap Marlina kepada rri.co id, Senin (25/10/2021). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00