PT INKA Selesaikan 31 Trainset LRT Jabodebek

KBRN, Madiun: PT INKA (Persero) telah menyelesaikan proyek pembuatan kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Sesuai kontrak ada 31 trainset, masing-masing trainset terdiri enam kereta (gerbong). Pelepasan trainset ke-31 ini berlangsung di PT INKA (Persero), Kamis (14/10/2021), dihadiri secara langsung Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI Jeffrie N. Korompis.

Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro mengatakan, LRT Jabodebek tersebut dioperasikan secara driverless atau otomatis tanpa masinis.

“Walaupun terlambat pengiriman harusnya selesai April 2021 kemarin ya, tapi lagi-lagi karena pandemi. Tapi kita dari awal berkomitmen untuk menuntaskan. Yang jelas sampai sekaramg kita masih bisa survive meski situasinya pandemi,” terangnya.

Namun demikian kontrak LRT Jabodebek terjadi beberapa kali amandemen. Ini karena sejumlah faktor. Diantaranya karena situasi pandemi covid-19 cukup berdampak pada pengerjaan proyek. Ditambah lagi ada aturan pembatasan karyawan sehingga pengerjaannya pun menyesuaikan.

Diakuinya, dalam pengerjaan proyek LRT Jabodebek itu, prosentase tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)nya sekitar 42 persen dan selebihnya impor. 

Menurutnya, INKA berupaya bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta perguruan tinggi untuk memenuhi bahan baku dari dalam negeri.

“Mudah-mudahan tiga tahun lagi bahan bakunya bisa kita produksi sendiri,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri menyatakan, LRT Jabodebek merupakan proyek strategis nasional (PSN). Tujuannya sebagai opsi tambahan sekaligus menyediakan transportasi massal yang terintegrasi di wilayah Aglomerasi Jabodebek dengan transportasi lainnya.

Dengan begitu harapannya LRT karya anak bangsa itu bisa meningkatkan efisiensi pergerakan masyarakat dari satu titik ke titik lainnya.

“Yang penting sekarang konsentrasi kita adalah melakukan pengujian dari keretanya dan juga dari prasarananya. Sampai benar-benar safe sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI Jeffrie N. Korompis menyatakan, pengoperasian LRT Jabodebek diselaraskan dengan penyelesaian konstruksi keseluruhan proyek LRT. Kemungkinan, LRT Jabodebek akan dioperasikan Agustus 2022.

“Memang LRT Jabodebek ini sudah selesai, insya allah kalau tidak ada halangan akan kita operasikan Agustus tahun depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pembangunan LRT Jabodebek senilai Rp4 Triliun ini kedepan bisa menjadi solusi mengurangi kemacetan, membangun kemandirian teknologi dalam negeri, memberikan kemudahan akses jalan, dan ramah lingkungan. Pun LRT Jabodebek ini menggunakan teknologi CBTC-Moving Block yang menjadikannya sebagai LRT tanpa masinis atau driverless ke-3 di Indonesia setelah Skytrain Bandara Soekarno Hatta dan MRT Jakarta (semi driverless).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00