Sebanyak 41.000 Balita di Indramayu Stunting

KBRN, Indramayu: Kasus stunting pada balita di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat masih tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat 41.000 dari 125.000 balita di Indramayu mengalami stunting, sehingga perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak untuk menanggulanginya.

Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar mengatakan tingginya kasus stunting di daerahnya dikarenakan masih banyaknya pernikahan anak dibawah umur, selain itu keengganan para calon ibu memeriksakan kandungannya di fasilitas kesehatan terdekat turut menjadi faktor naiknya angka stunting di Indramayu.

"Kasus stunting di Indramayu salah satunya akibat pernikahan dini, terutama pada remaja putri. Hal itu akhirnya berdampak pada ketidaksiapan calon ibu saat menjalani kehamilan maupun saat merawat anaknya pada 1.000 hari pertama kehidupan," kata Nina kepada RRI, Kamis (14/10/2021).

Sementara Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo yang juga sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting menginginkan pemerintah kabupaten Indramayu dapat melibatkan semua unsur organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten secara terpadu.

"Ya turunkan semua OPD bantu semua demi ciptakan generasi bebas stunting," ujarnya.

Selain menurunkan OPD, pemerintah melalui BKKBN juga menciptakan Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di 10 Povinsi yg terpilih yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara untuk daerah Indramayu terdapat gerakan penurunan stunting indramayu terpadu atau Gesit. Program tersebut menjadi terobosan baru yang di dalamnya akan melibatkan semua unsur organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten secara terpadu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00