FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Lima SMP Kota Tangerang Masih Dilarang PTM

Ilustrasi

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang kembali menambah jumlah SMP negeri dan swasta di Tangerang yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dari 201 sekolah, sebanyak 196 jenjang SMP sudah menggelar PTM dan tersisa lima SMP lagi karena, dianggap tidak memenuhi syarat protokol kesehatan. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin menyatakan, sebanyak 48 SMP tambahan telah diijinkan melaksanakan PTM, sejak Senin (11/10/2021) kemarin. Dengan demikian, dari 201 SMP Negeri dan Swasta yang berada di Kota Tangerang, 196 sekolah lainnya telah menjalankan proses belajar mengajar di sekolah. 

"Minggu ini ada 48 SMP yang mulai menggelar PTM tahap selanjutnya," ungkapnya kepada rri.co.id, Selasa (12/10/2021). 

"Dari total 201 sekolah, 196 lainnya sudah dibuka. Berarti tinggal lima sekolah lagi yang belum menjalankan PTM," sambungnya. 

Meskipun sebelumnya puluhan siswa terkonfirmasi positif Covid-19 saat dilakukan pemeriksaan PCR secara acak, namun pihaknya tetap menambah jumlah sekolah yang menggelar PTM. 

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan secara ketat, menjadi fokus utama setiap sekolah yang menjalani PTM. 

Selain itu, lanjut Jamaluddin, sejak dua pekan lalu, seluruh warga sekolah telah diwajibkan mengakses aplikasi PeduliLindungi, sebagai syarat utama memasuki lingkungan sekolah. 

Hal tersebut diterapkan, guna memastikan setiap siswa ataupun guru yang masuk sekolah, telah sudah menjalani Vaksinasi Covid-19. 

"Sudah hampir dua minggu semua sekolah yang sudah buka PTM itu, wajib melakukan scane aplikasi PeduliLindungi, untuk akses masuk," kata Jamaluddin. 

"Kalau misalnya ada yang tidak punya handphone, tetap boleh masuk, tapi dia harus vaksin. Semua itu kita lakukan, untuk memastikan guru dan murid sudah divaksin," ungkapnya. 

Jamaludin juga memastikan, Dinas Pendidikan Kota Tangerang akan terus melakukan pengecekan di setiap sekolah, terkait dengan penerapan protokol kesehatan agar berjalan dengan baik. 

Salah satu prokes yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang bagi sekolah yang melaksanakan PTM yaitu, tidak membuka kantin sekolah. 

Ia menegaskan, akan membatalkan penerapan PTM, di sekolah yang membiarkan kantinnya beroperasi. 

"Setiap minggu kita cek, kita lebih ke penguatan prokes, sekolah itu prokes gimana, guru hadir atau tidak, ada kantin yang buka atau tidak," ucapnya. 

"Jika ditemukan ada kantin yang buka, akan kita tutup tiga hari. Kita harus kuatkan protokol kesehatan dan juga Standar Operasi Prosedur," tutup Jamaludin. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00