Viral, Muncul Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang

Singgasana Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. (Istimewa)
Kemunculan Kerajaan Angling Dharma di Kampung Salangari, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten (Doc Istimewa).jpg

KBRN, Pandeglang: Warga Kabupaten Pandeglang dihebohkan dengan kemunculan sebuah kerajaan bernama Angling Dharm,  yang terletak di Kampung Salangari, RT 002 RW 001, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi.

Kerajaan ini cukup mencolok, lantaran memiliki sang raja yang kerap disapa Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. Sang raja dikenal royal karena sering membantu pembangunan rumah warga.  Menurut informasi, tak kurang dari 35 rumah warga sudah dibangunnya sejak tahun 2017 silam.

Seorang ajudannya bernama Aki Jamil menceritakan, sosok baginda raja merupakan titisan dari Kesultanan Banten. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan bedah rumah merupakan hasil yang diperoleh baginda tanpa bekerja.

"Keturunan Sultan Hasanudin Banten. Simbol Angling Dharma pernah ada kerjaan raja adil dan bijaksana. Bukan hanya pembangunan saja tapi ada juga sosial seperti santuan yatim dan janda. Pembangunan bedah rumah sudah (dilakukan, red) sejak 2017 kurang lebih hampir 35 rumah yang sudah dibangun," cerita Jamil, Selasa (21/9/2021).

Kursi singgasana Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus.(Istimewa)

"Ngebangun rumah bukan karena banyak harta tapi karena kesaktian. Dengan membantu pemerintah. Karena muridnya baginda banyak jadi terkoneksi dari kesaktian baginda. Ada harta dari muridnya.  Kalau sudah butuh mah ada baginda itu selalu ada," sambungnya.

Bukan saja pembanguan rumah yang ia lakukan, Jamil juga menyebut baginda raja turut mendirikan empat Pondok Pesantren, salah satunya pondok pesantren Ar-Riyadoh.

"Baginda itu hanya memberikan fasilitas saja. Karena, nanti juga ada yang mengelolanya. Sudah ada empat Pondok Pesantren yang dibangun. Kalau pembangunan sudah dilakukan sejak tahun 1993," tuturnya.

Menurut Jamil, Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus merupakan anak dari pasangan Mama kiyai H Umar Khusaen dan Tatu Ningrum yang mana Kiyai Haji Umar merupakan warga Kampung Tenjo, Desa Sirna Galih, Kecamatan Mandalawangi. Sementara ibunya merupakan warga Kampung Rocek, Kecamatan Cimanuk.

Adapun gelar raja yang disematkan kepada Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus berasal dari mimpi.

“Gelar beliau dari sang khalik. Baginda itu ada tapi tiada, tugasnya. Memikirkan umat. Kalau ditarik ada keturunan dari kesultanan," sebutnya.

Kediaman Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. (Istimewa)

Sementara, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Dimas Febriana menuturkan, jika warga yang disebut sebagai Baginda tersebut sudah terkenal. Namun, belum resmi terdaftar sebagai warga Desa Pandat.

“Dia itu asli Mandalawangi, cuma bukan dari Desa Pandat. Sosialisasi pribadi ke masyarakat ada, namun agak tertutup. Kalau disini sudah terkenal, namun untuk data kependudukan kita bingung karena tidak tercatat di desa kami,” singkatnya.

Dia juga membenarkan, sang Sultan kerap membantu merenovasi rumah warga yang tidak layak huni.

Berdasarkan pantauan, keberadaan kediaman Sultan tidak nampak mencolok dari luar. Di depan pintu masuknya, terdapat sebuah gapura berwarna putih dengan tulisan arab dan “Indonesia Aman Tentram Gemah Ripah Loh Jenawi”. Memasuki pelatarannya, terdapat patung kuda, patung kunci dengan kurang “jumbo”.

Memasuki halaman utama, ada dua bangunan dengan ukuran cukup besar dengan dominasi warna hijau dan kuning. Tak ketinggalan, di halamannya juga terdapat singgasana bak raja beserta kursi dan payung keraton.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00